Tok…. Tok….tok…tok…tok.. “ terdengar suara kentongan bakso yang dipukul dengan nada khas. Panjang sekali, pendek tiga kali dan diakhiri ketukan panjang satu kali. Semua orang di desa itu sudah hafal bunyi kentongan bakso seperti itu.
“Fit.. itu.. Bang Pajang sudah datang, katanya mau beli bakso..” kata seorang wanita muda pada temannya yang juga masih muda. Gadis yang disapa “Fit’ tadi melongokkan kepalanya , nama lengkapnya Nurfitriana. Sering disapa dengan sebutan Fitri. Usianya baru menginjak 20 tahun. Wajahnya cantik sekali dengan kulit putih bersih, wajahnya bulat dengan hidung mancung bermata hitam bening berkilat-kilat. Orang akan menyangka Fitri adalah seorang bintang sinetron kalau belum tahu. Rambutnya hitam legam sepunggung, dibiarkannya selalu tergerai, senantiasa melompat ke kiri dan ke kanan jika Fitri berjalan. Tidak heran kalau Fitri berada di dekat temannya, dia akan menjadi sangat menonjol, apalagi dengan temannya yang sekarang bersamanya, sangat jauh bedanya. Yang satu putih, yang satu agak hitam, yang satu cantik, yang satu tidak menarik. Untungnya Fitri bukan tipe gadis yang sombong dan pilih-pilih teman, mungkin itu yang membuatnya disukai di antara teman-temannya.
“Mana sih?” Fitri melongok ke arah suara kentongan. Dia berlari kecil ke luar pagar Asramanya. Fitri memang tinggal di Asrama. Sekolahnya mengharuskan itu. Kebetulan Fitri sekolah di Sekolah Perawat Kesehatan di Tasikmalaya. Orang paling senang melihat Fitri memakai seragam perawatnya yang serba putih, itu membuat tubuhnya jadi terlihat makin putih.
“Itu, di ujung jalan,” temannya yang menyusul di belakang menjawab sambil menunjuk. Sebuah gerobak bakso kecil berwarna biru kusam berjalan mendekat dari arah ujung jalan dan makin-lama makin mendekat. Tukang baksonya bernama Pajang, orangnya sudah berumur sekitar 40 sampai 50 an, rambutnya sudah memutih sebagian, sementara kumis dan janggutnya yang juga memutih terlihat tidak terawat, kalau saja dia tidak berdagang bakso, orang mungkin akan mengira dia orang gila kerena suka tersenyum-senyum sendiri.
“Eh, Non Fitri,” Pajang mengembangkan senyumnya saat bertemu dengan Fitri, sebaris gigi kuning kehitaman terlihat berbaris di balik bibirnya yang tebal, wajahnya yang kotor tidak terawat berusaha tersenyum, tapi yang ada justru sebuah seringai mengerikan.
“Eh.. iya Bang..” Fitri berusaha ramah dan membalas senyum Pajang.
“Yang biasa Non?” tanya Pajang dengan nada aneh, seperti ramah yang dipaksakan. Dengan gerakan terburu-buru Pajang menyiapkan Bakso yang dipesan.
“Kok nggak kuliah Non?” tanya Pajang di tengah kesibukannya. “Memang lagi libur ya?”
“Eh..” Fitri terkaget sesaat. Dalam pikirannya dari mana Pajang tahu kesibukannya. “Iya Bang, lagi libur. Besok baru masuk lagi.”
“Biasanya Non kalau libur kan jalan-jalan, sama siapa.. yang sering ke sini pakai motor RX King itu..?” Pajang bertanya lagi. Fitri teringat ke Ivan, pemuda yang sering mengunjunginya, meskipun bukan pacarnya, tapi Fitri memang suka pada Ivan.
“Memangnya Abang kenal dia?” tanya Fitri sambil tersenyum.
“Ya.. dia kan juga sering beli bakso saya Non..” Pajang menjawab canggung.
Kemudian menyerahkan semanguk bakso yang mengepulkan uap panas ke tangan Fitri, tanpa sengaja, tangannya menyentuh tangan Fitri yang halus. Sesaat entah kenapa badan Pajang meremang, dia belum pernah merasakan kelembutan tangan gadis secantik Fitri. Kaget kerana ada yang meraba tangannya, secara refleks Fitri menarik tangannya membuat pegangannya pada mangkuk bakso goyah, sebagian kuah bakso yang panas tumpah menyiram tangan Pajang, membuatnya meringis kesakitan sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
“Aduh, maaf Bang, sa.. saya tidak sengaja..” Fitri gugup setengah mati, kekagetannya saat tangannya diraba oleh Pajang sekarang berubah menjadi kepanikan kecil. Dengan spontan karena naluri sebagai perawat, Fitri langsung menyerahkan mangkuk baksonya pada temannya, dia lalu mengeluarkan sapu tangan dari saku bajunya, dengan cekatan Fitri mengelap tangan Pajang yang tersiram kuah panas.
“Nggak apa-apa..” kata Fitri, rasa paniknya berkurang dengan sendirinya melihat tangan Pajang tidak terluka atau melepuh. Semula Fitri takut Pajang akan marah, tapi ternyata tidak, Pajang hanya diam saja, bahkan tidak berkata apa-apa sampai Fitri selesai makan bakso.
Bagi Fitri, kejadian itu dengan mudah bisa dilupakannya, tapi tidak bagi Pajang. Kejadian itu sangat membekas di hatinya. Selama berhari-hari wajah Fitri selalu berada di dalam pikiran Pajang, seolah menari-nari di depan matanya. Dan perlahan-lahan segala pikiran itu berkembang menjadi sebuah perasaan aneh dalam diri Pajang. Perasaan yang menyimpang yang membuatnya ingin memiliki Fitri. Dan perasaan itu berkembang bagaikan makhluk buas yang mencabik-cabik dirinya dari dalam, membuatnya lupa pada keadaan dirinya, membuatnya lupa pada istri dan empat anaknya yang ditinggal di kota asalnya. Dan bila sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya pada Fitri, dia melampiaskannya dengan beronani sambil membayangkan dirinya sedang menyetubuhi Fitri. Tapi Pajang selalu bersikap biasa jika bertemu dengan Fitri, dan Fitripun selalu bersikap ramah padanya. Hal ini yang membuat keinginan Pajang untuk memiliki Fitri makin kuat. Pajang sudah salah mengartikan keramahan dan kebaikan Fitri.
Keinginan menyimpang dari dalam diri Pajang itu membuatnya malu setiap kali bertemu Fitri, bagaimanapun dia sadar dirinya terlalu jauh jika dibandingkan dengan Fitri. Fitri seorang gadis yang sangat cantik dan masih sangat belia, sementara dirinya sudah tua dan berwajah jelek. Tapi keinginan itu sangat kuat menyerang dirinya, cukup kuat untuk mendesaknya melakukan perbuatan terkutuk, dia berusaha mengguna-gunai Fitri. Dan didorong oleh keinginan yang menggebu-gebu itulah maka Pajang memberanikan diri pergi menemui dukun yang selama ini dia percayai. Pajang memang sering berkunjung ke dukun itu, terutama jika berhubungan dengan penglarisan dagangan baksonya.
Rumah dukun itu terpencil di pinggiran kota, dikelilingi oleh hutan yang cukup lebat. Butuh waktu satu jam jalan kaki jika ingin bertemu dukun itu karena rumahnya tidak bisa dijangkau oleh kendaraan. Rumah itu sendiri tidak seberapa besar, bahkan bisa dibilang kecil. Sebuah rumah kayu berkesan kumuh dan hampir rusak. Kayu-kayunya sudah usang dan dimakan rayap, semantara sebagian gentingnya juga sudah pecah, ditambal oleh potongan asbes gelombang. Begitu masuk ke rumah itu, perasaan yang muncul adalah keseraman yang luar biasa. Dinding rumah yang tidak seberapa itu dipenuhi oleh tengkorak-tengkorak binatang, bahkan Pajang melihat ada beberapa tengkorak manusia terselip di sela-selanya. Keseraman makin terasa saat masuk ke ruangan dukun yang didominasi warna hitam. Ruangan tanpa jendela itu dipenuhi asap kemenyan yang membuat siapapun yang masih waras akan mabuk mencium baunya. Pajang melihat dukun itu duduk menghadapi sebuah meja pendek yang dipenuhi oleh sesaji, dupa dan benda-benda logam yang kemungkinan adalah jimat sementara di dinding sebelah kanan dan kirinya terdapat rak-rak kayu berisi puluhan kuali dan botol botol porselen yang ditutup kain berwarna merah.
“Kembali lagi rupanya,” dukun itu berujar dengan suara berat. Dia memakai semacam jubah berwarna hitam yang terkesan kedodoran. Rambutnya gondrong menjela-jela di antara bahunya. Kumis dan jenggotnya yang sebagian sudah memutih dibiarkan memanjang dan tidak terawat. Matanya nanar menatap Pajang yang berlutut ketakutan, bagian bawah matanya yang mengantung dan keriput berkedut-kedut saat menatap Pajang. Wajahnya yang tua terkesan seram ditimpa nyala lampu minyak di dekatnya, satu-satunya penerangan yang ada di situ.
“I.. iya.. Mbah..” Pajang menjawab gemetar, badannya seolah menciut seukuran botol saat mata si dukun menatapnya dengan tajam.
“Ini bukan urusan jualanmu kan?” si dukun menebak jitu, membuat Pajang mengangguk penuh takzim,mengagumi kehebatannya.
“Urusan apa? Apa kamu tidak malu datang ke sini lagi? Yang dulu saja kamu belum bisa membayar, kan?” si dukun bertanya ketus. Pajang merasa mengerut lagi. Urusan penglarisannya yang dulu memang belum dia bayar karena tidak mampu, tapi kali ini Pajang sudah merencanakan sesuatu.
“Saya pasti akan bayar Mbah..” Pajang terbata-bata. “Tapi saya tidak membayar dengan uang.”
“Lalu dengan apa?” suara si dukun menggedor jantung Pajang, membuatnya pucat ketakutan. Pajang merogoh saku bajunya dengan gemetar dan menyerahkan sesuatu pada si dukun. Si dukun menerima pemberian Pajang lalu diamatinya sebentar.
“Kamu mau membayarku dengan dia?” tanya si dukun, tapi kali ini suaranya melunak. Dikembalikannya pemberian Pajang, Pajang mengamatinya sejenak. Ternyata itu adalah foto Fitri yang sedang tersenyum manis sekali. Foto itu dicurinya dari dompet Fitri saat tertinggal di gerobaknya.
“Jadi kamu mau mengguna-gunai dia ..?” si dukun menebak lagi. Pajang mengangguk, sekali lagi dengan penuh ketakziman. Si dukun kemudian menanyakan tanggal dan hari kelahiran Fitri, Pajang langsung menyebutnya dengan lancar karena Pajang juga pernah melihat KTP Fitri. Si dukun mengangguk-angguk sesaat, lalu dia mulai merapal mantra-mantra sambil menghitung-hitung sesuatu dengan jari-jari tangannya.
“Sulit Pajang..” si dukun berujar setelah diam beberapa lama. Ajang terlihat kecewa.
“Tapi jika kamu berhasil, maka dia akan menjadi milikmu selamanya.” Si dukun melanjutkan, membuat Pajang kembali lega. “Tapi syaratnya sangat sulit.”
“Saya akan kerjakan Mbah, sesulit apapun akan saya kerjakan.” Pajang berujar mantap.
“Syaratnya, pertama kamu harus puasa mutih tujuh hari tujuh malam tanpa putus dimulai pada hari dan weton kelahirannya, lalu kamu berikan ini padanya.” Si dukun cabul itu memberi Pajang semacam cairan yang dikemas dalam botol kecil berwarna hijau.
“U.. untuk apa Mbah..?” Pajang merasa bingung.
“Itu ramuan pemikat, tolol,” si dukun membentak. “Kamu pikir cukup hanya mantra dan jampi-jampi saja?
Pastikan dia meminum cairan itu dan bukan orang lain, kalau tidak, risikonya kamu tanggung sendiri.”
Pajang mengangguk mengerti. Hatinya terasa lebih riang sehingga seolah dia bisa mengambang satu setengah meter di udara saat berjalan pulang. Otaknya segera penuh dengan rencana. Dan pada satu kesempatan, ketika Fitri membeli bakso darinya Pajang dengan gesit memasukkan cairan ramuan pemikat dari dukun ke dalam mangkuk bakso Fitri, dan dengan harap-harap cemas Pajang melihat bagaimana Fitri dengan lahap menghabiskan baksonya.
Pajangpun melakukan ritual yang diperintahkan si dukun. Dan tepat pada malam yang ditentukan, Pajang mulai melancarkan mantra pengasihan yang didapatnya. Sambil membakar kemenyan, Pajang mulai membayangkan wajah Fitri. Dengan mulut berkomat-kamit dia memanggil nama Fiti sambil terus melancarkan mantra pengasihannya. Di tempat lain, Fitri yang sedang tidur mendadak menjadi gelisah, hawa di sekitarnya seolah bertambah panas mambuat sekujur badannya berkeringat. Nafasnya perlahan-lahan memburu dan terengah-engah. Di dalam tubuhnya seolah meledak sebuah dorongan aneh yang membuat nafsu birahinya meledak, seperti ada binatang buas yang mencabik-cabik tubuhnya dari dalam. Dalam tidurnya, Fitri bermimpi seolah dirinya sedang bercumbu dengan Pajang. Fitri tidak tahan melawan dorongan birahi gaib itu, dia akhirnya melepas semua pakaiannya sehingga dia terbaring telanjang bulat di ranjang.
Fitri lalu mulai meremas-remas payudaranya sedniri dengan ganas sambil merintih-rintih penuh kenikmatan sambil sesekali memencet puting susunya sendiri, tangannya kemudian beralih ke selangkangannya dan mengelus-elus gundukan vaginanya sambil sesekali jari-jarinya mengaduk-aduk liang vaginanya. Persetubuhan gaib antara Fitri dan Pajang berakhir setelah Fitri mengalami orgasme, Fitri mengejang sambil merintih penuh kenikmatan, dari vaginanya mengucur cairan kewanitaan sampai akhirnya tubuhnya kembali melemas dan terbaring terengah-engah di ranjang bersimbah keringat. Di tempat lain Pajangpun merasakan kenikmatan yang sama dan akhirnya berejakulasi dengan menyemprotkan spermanya.
Sejak malam itu, perhatian Fitri terhadap Pajang berubah sama sekali. Fitri mulai terang-terangan memperlihatkan kesukaannya pada Pajang, Fitri bahkan berani menanyakan rumah Pajang dan berjanji akan mengunjunginya. Beberapa malam terakhir Fitri selalu memimpikan hal yang sama yaitu melakukan persetubuhan dengan Pajang. Hal itu yang kemudian membuat Fitri terus-menerus terbayang-bayangi oleh Pajang. Di mata Fitri sekarang Pajang bukan lagi pria tua buruk rupa tapi sudah menjelma bak pangeran dalam dongeng. Di mata Fitri sekarang Pajang adalah seorang pemuda gagah dan tampan yang senantiasa menggoda matanya, pengaruh mantra pengasihan yang diberikan si dukun benar-benar merasuki jiwa Fitri. Sementara Pajang sendiri tiap malam selalu melancarkan mantra pengasihannya pada Fitri untuk melakukan persetubuhan gaibnya dengan Fitri, Pajangpun selalu menunggu kapan dirinya bisa benar-benar menikmati tubuh Fitri. Dan akhirnya saat itupun datang juga.
Sore itu, malam Minggu tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kontrakan Pajang. Dengan tergesa-gesa Pajang membuka pintunya. Betapa kaget dan gembiranya dia ketika melihat bidadari yang selama ini diimpikannya sekarang berdiri di depan pintu rumahnya.
“Eh.. Dik Fitri..” Pajang tersenyum antara gembira dan bingung. Dengan canggung Pajang mempersilakan Fitri masuk. Fitri dengan gerakan canggung mengikuti saja ajakan Pajang. Pajang merasa mendapat kesempatan dan hal ini tidak disia-siakannya. Setelah ganti baju, Pajang mengajaknya ngobrol tentang segala hal yang isa diobrolkan.
“Dik Fitri cantik banget ya hari ini” kata Pajang memuji.
“Ah, Bang Pajang bisa aja,” kata Fitri sambil tersipu malu.
“Eh beneran lho... kamu cantik banget.. kamu mau nggak jadi pacar Abang,” ujar Pajang dengan lugu dan spontan.
Semula Fitri hanya diam mendengar pertanyaan itu, saat itu Pajang mulai melancarkan mantra pengasihannya pada Fitri, dan Fitri akhirnya mengangguk. Melihat hal itu, Pajang bagai mendapat durian runtuh, seketika dia langsung memegang tangan Fitri, Fitri tidak menunjukkan perlawanan apa-apa karena sudah terpengaruh oleh mantra pengasihan Pajang. Lalu karena mendapat angin, Pajang mulai berani mencium bibir Fitri yang merah merekah itu. Dengan gerakna kasar dan rakus, Pajang melumat bibir Fitri penuh nafsu. Perlahan lidah Pajang mulai bergeliat di dalam mulut Fitri. Awalnya Fitri tidak merespon, tapi akhirnya lidahnya pun akhirnya membalas serangan-serangan lidah Pajang di dalam mulutnya secara serasi. Pajang melumat bibir Fitri yang tipis dan merah itu kira-kira hampir 5 menit dengan penuh gairah. Baru pertama kali inilah Pajang merasakan kenikmatan ciuman wanita yang menggairahkan yang tidak pernah didapatnya dari istrinya.
“Dik..., kita pindah aja yuk! jangan disini, nggak leluasa,” kata Pajang seakan-akan dia ingin mengajak Fitri melakukan hal lain selain berciuman.
“Pindah kemana?” kata Fitri.
Kita ke dalam aja,” jawab Pajang sambil menggandeng tangan Fitri. Dia kemudian mengunci pintu kontrakannya dan menggandeng Fitri masuk ke sebelah dalam. Di situ terdapat ranjang rendah berlapis kasur busa usang dengan kain seprai yang sama usangnya. Pikiran Pajang mulai tidak karuan bercampur nafsu ketika melihat Fitri tidak bereaksi apa-apa saat diajak ke dalam kamarnya.
Sesampainya kami di kamar, adegan kami berciuman kembali terulang, tak hanya itu, sewaktu mereka berciuman kedua tangan Pajangpun beraksi terhadap tubuh Fitri, awalnya Pajang hanya meraba tubuhnya, tapi akhirnya Pajang mulai meremas-remas payudara Fitri yang masih terbalut pakaian.
"..Ohh.. Fitri sudah lama aku tidak bergaul dengan wanita secantik dirimu..” Pajang mulai meracau di tengah gejolak seksualnya yang kian menggebu. “seandainya kau bersedia, ingin rasanya aku menyetubuhimu... akan kuberikan kepuasan yang kau dambakan.."
Fitri yang sudah dirasuki matra pengasihan hanya bisa mengangguk pasrah, apalagi Pajang juga dengan buas terus-menerus menciumi dan mencumbui Fitri membuat dorongan birahi dalam diri Fitri ikut meledak, nafsu birahinya semakin menjadi jadi. Vaginanya berdenyut-denyut menahan dorongan seksualnya yang menggebu. Satu-satunya keinginannya sekarang adalah bagaimana bisa memuaskan hasrat seksualnya. Tanpa sadar Fitri mulai melepaskan bajunya satu-persatu bahkan sekaligus melepaskan BH dan celana dalamnya tanpa diminta.
Dengan tubuh bugil putih mulus sungguh sangat sexy Fitri menaiki tempat tidur sambil mengangkat pantatnya yang sexy buah dadanya yang membusung ikut bergoyang, lalu dengan perlahan ia membuka kedua pahanya sehingga kelihatan vaginanya yang juga membusung, bibirnya terbelah merekah kemerah-merahan diantara bulu bulu kemaluannya yang halus dan sudah kelihatan basah berair. Pajang meneguk ludah mengagumi keindahan dan kemulusan tubuh Fitri yang begitu putih bak pualam. Tanpa pikir panjang lagi Pajang juga membuka pakaiannya sampai bugil. Perlahan Pajang mulai meremas kedua belah payudara Fitri yang terasa begitu lembut di tangannya. Fitri mengejang pelan saat payudaranya disentuh pria untuk pertama kali. Nafsu seksualnya langsung meledak dahsyat. Pajang memicingkan sebelah matanya benar benar tak percaya apa yang dilihatnya, lekuk lekuk tubuh Fitri yang begitu sempurna telanjang bulat bulat terpampang dihadapannya lalu dengan kata kata bergetar ia meneruskan celotehannya
"..Ohh akhirnya kau datang Sayangku.. pahamu sungguh mulus.." Pajang menaruh kedua tangannya di paha Fitri sambil mengelusnya. Fitri bergetar hebat, sentuhan tangannya kembali menggetarkan birahinya. Fitri terangsang begitu hebat oleh sentuhan tangan Pajang yang mengelus ngelus pangkal pahanya menyentuh pinggiran vaginanya,
".. sshh.. mmhh.. oogghhss..!! Bagaikan diguyur air hangat Fitri mendesah panjang, tubuhnya terasa dialiri jutaan volt, kenikmatan napsu birahinya makin terangsang hebat. Lalu perlahan Pajang mulai menelentangkan tubuh mulus Fitri di atas rangang dan mengatur posisi kaki Fitri mengangkang begitu rupa sehingga vaginanya terkuak. Pajang lalu mendekatkan penisnya ke bibir vagina Fitri lalu mulai menekan kepala penis yang sudah pas berada di posisi mulut lubang vagina itu. Tampak kepala penis Pajang masih agak sulit masuk kedalam lubang vagina Fitri yang walaupun sudah basah dan berair itu karena belum pernah kemasukan penis sekalipun.
Perlahan-lahan Pajang mulai menekan batang penisnya sehingga sedikit demi sedikit berhasil menyusup ke dalam vagina Fitri yang terasa sekali masih sempit walaupun sudah begitu basah.
".. Aaakkhh.. sshh..! sempit sekalii..!!" Pajang menggumam sendiri sambil menggelengkan kepalanya. "..Oohh Fitri sempit sekali vaginamu..”
Pajang sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan, kepala penisnya yang sudah terjepit diantara bibir vaginanya ditambah tubuh Fitri yang begitu menggiurkan mana mungkin ia bisa mempertahankannya. Lalu Pajang membuka matanya sambil memandang mata Fitri dengan penuh pengharapan. Fitri kaget bukan kepalang tubuhnya terasa lemas, rasa malu menyelubungi seluruh pikirannya tidak satupun kata yang bisa meluncur dari mulutnya. Melihat keadaan tidak begitu menunjang Pajang langsung mengambil inisiatif. Pajang langsung mencium bibir Fitri dengan mesra dan tanpa menunggu perintah lagi Pajang mulai menggerakkan pinggulnya meneruskan aktivitasnya yang tadi sempat berhenti. Pajang tersenyum puas lalu dengan sekali sentakan mendorong pantatnya keatas, tampak Fitri agak tersentak dan mengerang ketika batang penisnya menyeruak masuk lebih dalam vaginanya.
Mata Fitri terbeliak dengan mulut terbuka sambil kedua tangannya mencengkeram sprei dengan kuat-kuat. Tak menyangka sedikitpun begitu besar batang kemaluan Pajang menerobos liang vaginanya yang belum siap menerima ukuran sedemikian besar. Tampak bibir vaginanya sampai terkuak lebar seperti terkelupas seakan-akan tidak muat untuk menelan besarnya kemaluannya.
".. Ooukkhhss.. sshh.. sakiit Bang ..! Pelaann.. pelaann.. Bang..!" Fitri menangis antara nikmat dan perih di vaginanya.
".. hhmm.. tempikmu.. niikmaat.. sekalii.. ukkhh.. uukkhh.." Pajang mulai mengeluarkan kata kata vulgar dan terlihat Fitri agak canggung mendengarnya.
Gejolak birahi Pajang begitu menguasai tubuhnya tanpa canggung lagi mulailah ia menaik turunkan pantatnya mencari dan menggali kenikmatan yang ia ingin berikan kepada Fitri untuk pemuasan birahinya, batang penis Pajang masuk menyusup lubang vaginanya tahap demi tahap hingga akhirnya amblas semuanya.
"..aarrgghh..!!" Fitri melenguh panjang, wajahnya merah merona matanya memandang Pajang dengan pandangan sayu penuh arti seperti menahan sesuatu, mungkin menahan rasa sakit atau juga mungkin menahan rasa nikmat yang luar biasa.
Pajang betul betul terpana melihat wajah Fitri yang semakin cantik diliputi ekspresi sensasional itu. Perlahan lahan Pajang mulai aktif bergoyang menarik ulur batang kemaluannya yang besar itu, dinding vagina Fitri yang sudah dilumuri cairan vaginanya mulai terasa licin.Wajah Fitri semakin lepas mengekspresikan rasa sensasinya yang luar biasa yang ia tidak pernah perkirakan sebegitu nikmatnya bercinta dengan Pajang, Tanpa Fitri sadari ia mulai berceloteh diluar kontrol.
"..Ohhss.. sshh.. enaak.. seekalii....!! oougghh..Teruss .. .. teerruuss..!!! Fitri mendesah, merintih dan mengerang sepuas puasnya. Fitri sudah lupa diri bahwa yang menyetubuhi dirinya adalah orang yang tidak sepantasnya menggaulinya, yang ada dibenak Fitri hanyalah letupan birahi yang harus dituntaskan.
Mereka dengan antusiasnya saling berpelukan sambil berciuman. Terdengar suara nafas mereka saling memburu kencang, lidah mereka saling mengait dan saling menyedot, saling bergulingan. Pajang mengambil inisiatif dengan menggenjot pantatnya yang tampak naik turun semakin cepat diantara selangkangan Fitri yang semakin terbuka lebar, Fitripun mengangkat kedua kakinya tinggi tinggi sambil ditekuknya sampai ke kepalanya, pantatnya ikut diangkat memudahkan batang kemaluan Pajang seluruhnya masuk dan menggesek seluruh syaraf syaraf kenikmatan dirongga vaginanya, bagi Pajangpun semakin mudah menyodokkan penisnya yang panjang besar itu keluar masuk sampai kepangkal penisnya sampai menghasilkan suara bedecak-decak seperti suara membecek seiring dengan naik turunnya pantatnya.
Pajang memperhatikan kearah selangkangan Fitri vaginanya mencengkeram penisnya erat sekali, ia tersenyum puas bisa menaklukkan vagina Fitri, yang sudah basah membanjir penuh dengan cairan putih kental sehingga membasahi bulu-bulu kemaluannya itu dan juga batang kemaluannya.
Pajang mendengus-dengus bagai banteng terluka genjotannya makin ganas saja. Mata Pajang terlihat lapar menatap payudara Fitri yang putih montok dikelilingi bulatan pink ditengahnya terlihat putingnya yang sudah begitu mengeras, tanpa menyia nyiakan kesempatan Pajang langsung menyedot puting susu Fitri yang begitu menantang, Tubuh Fitri yang menyender dinding setengah duduk setengah terlentang menggelinjang hebat. payudaranya makin dibusungkan bahkan tubuhnya digerakkan kekiri dan kekanan supaya kedua puting buah dadanya yang sudah gatal itu mendapatkan giliran dari serbuan mulutnya. Desahan penuh birahi langsung terlontar tak tertahankan begitu lidah Pajang yang basah dan kasar menggesek putingnya yang terasa sangat peka itu. Pajang begitu bergairah menjilati dan menghisap buah dada dan putingnya di sela-sela desah dan rintihan Fitri yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggelora ini,
"..oouugghhss ..oouugghhss.. sshh..” Fitri makin meracau tidak karuan, pikiran Fitri sudah tidak jernih lagi, terombang ambing didalam pusaran kenikmatan, terseret didalam pergumulan sex dengan Pajang, jiwanya serasa seenteng kapas melambung tinggi sekali. Fitri merasakan kenikmatan bagai air bah mengalir ke seluruh tubuhnya mulai dari ujung kakinya sampai keubun ubunnya. Tubuh Fitri akhirnya mengejang sambil memeluk tubuh Pajang erat sekali. Jiwanya terasa berputar putar merasakan semburan kenikmatan yang dahsyat diterjang gelombang orgasme. Pajang terus menggenjot tubuh Fitri yang hanya pasrah dipelukannya mengharapkan gelombang kenikmatan selanjutnya. Lebih dari sejam Pajang menyetubuhi Fitri tanpa henti, Fitri makin lama makin terseret didalam kenikmatan pergumulan seks yang ia belum pernah rasakan. Tubuh Fitri akhirnya melemas lagi dan Pajang yang sudah tidak tahan akhirnya menyemburkan spermanya di dalam rahim Fitri.
Untuk beberapa saat Pajang membiarkan penisnya masih menancap di dalam vagina Fitri mencoba meresapi setiap kenikmatan tubuh putih mulus itu. Ditatapnya wajah Fitri yang sekarang terlihat sendu, ada sebutir air mata mengalir di pipinya. Pajang membiarkan tubuh Fitri yang berada dalam pelukannya untuk beristirahat sejenak. Dilihatnya ada bercak darah bercampur lendir putih di seprainya, Fitri memang benar-benar masih perawan. Hal itu membuat Pajang makn merasa senang karena berhasil memerawani seorang gadis secantik Fitri.
Setelah beristirahat sejenak, Pajang meminta Fitri berbalik sambil menungging, lalu dengan posisi doggy style Pajang kembali membenamkan penisnya ke dalam kemaluan Fitri, kali ini kemaluan Fitri bisa menerima setiap sodokan penis Pajang yang berukuran besar itu. Fitri merasakan liang vaginanya menyempit karena tertekuk oleh perutnya sehingga ia merasakan setiap detail denyutan kenikmatan yang dihasilkan oleh batang penis Pajang yang merasuk ke liang kenikmatannya, secara refleks Fitri meningkatkan sensasi sensual ini dengan memutar mutar pantatnya yang putih sexy itu bahkan ketika Pajang menyodok penisnya yang besar itu, Fitri menyambutnya dengan mendorong keras pantatnya kebelakang sehingga penis Pajang yang besar dan panjang itu masuk ke dalam vaginanya dalam sekali mengaduk-aduk seluruh rongga kenikmatannya
Apa yang terlihat sungguh merupakan pemandangan yang sangat erotis. Seorang wanita yang sangat cantik dan bertubuh mulus dan begitu sexy disetubuhi oleh seorang pria setengahj baya yang berkulit hitam dan buruk rupa. tubuh Fitri yang mulus ramping menungging meliuk liuk, bongkahan pantatnya yang sekal dan mulus bergerak gerak dengan liarnya, kepalanya bergeleng kekiri dan kekanan, sementara buah dadanya yang montok bergoyang erotis sekali ditambah dengan erangan dan desahannya mendayu dayu memenuhi ruangan kamar, Fitri sudah berubah menjadi kuda betina liar dimana Pajang memegang kendali permainan sex ini sepenuhnya.
'Pertempuran' seks berlanjut terus, Pajang menahan erat pinggang Fitri yang ramping supaya tubuh Fitri tidak terjerembab ke depan karena vaginanya digenjot cepat sekali sampai batang penisnya yang besar keluar masuk liang vagina begitu dahsyat tanpa ampun, semakin deras liang vaginanya digenjot keperkasaan penisnya semakin keras erangan Fitri mengumandang dikamar yang dipenuhi hawa napsu birahi kedua insan ini. Tubuh Fitri sampai bergetar hebat, terlihat ia mengejang kuat-kuat pertanda ia sedang mengalami kenikmatan yang maha dahsyat. Fitri benar benar melayang kelangit yang ketujuh didalam pergumulan sexnya dengan pedagang bakso ini.
Pajang sangat puas melihat kepasrahan Fitri, lalu ia merunduk memeluk tubuh Fitri dari belakang tangannya merogoh keselangkangan Fitri, jari jari Pajang memainkan klitoris Fitri dengan memutar mutarnya, sambil menggenjot dengan penisnya yang besar itu. Fitri mengerang dengan liar, tubuhnya yang dalam posisi menungging meliuk meliuk tanpa terkendali, rupanya klitorisnya merupakan alat kelamin yang paling sensitif buat Fitri, lubang vaginanya yang sudah dihajar begitu rupa oleh penis yang berukuran luar biasa itu ditambah clitorisnya ditekan sambil diputar-putar oleh jari Pajang, maka sempurnalah puncak kenikmatan yang ia rasakan, tangan Fitri mencengkeram sprei erat sekali, dahinya berkerut, mulutnya seperti ingin teriak dan mendesah desah tak henti hentinya. Rupanya Fitri sedang dilanda kenikmatan yang amat sangat luar biasaa. posisi tubuhnya yang sedang menungging makin ditunggingkan pantatnya keatas memasrahkan vaginanya dihujam oleh keperkasaannya dengan mengharapkan kedatangan gelombang kenikmatan berikutnya yang merupakan pengalaman pertama buat Fitri untuk mendapatkan multiple orgasme.
AAAAAAHHHHKKKHHHH ....!!" Fitri mengerang histeris diterjang klimaks keduanya yang lebih panjang dan lebih dahsyat dari yang pertama, mukanya merah merona terbakar oleh puncak birahinya wajahnya semakin cantik diliputi ekspresi kenikmatannya tubuhnya mengejang cukup lama selama orgasmenya berlangsung. Fitri benar benar takluk mendapatkan kepuasan yang luar biasa, rasa ketagihan merasuk jiwanya, ingin rasanya melanjutkan persetubuhannya selama-lamanya dengan Pajang karena ia bisa memberikan multiple orgasme yang ia tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Tubuh Fitri sudah tidak bertenaga lagi akhirnya ambruk ditempat tidur berbaring napasnya tersengal sengal, Pajang ikut membaringkan dirinya disamping Fitri. Seharian Pajang mengajari Fitri bagaimana caranya bercinta untuk menggapai kenikmatan. Satu hari penuh Fitri mendapatkan pengalaman luar biasa. Pajang merangsang nafsu birahinya dengan menyetubuhi dirinya berbagai macam posisi, posisi 69 pun tak lupa dipraktekkan dan Fitri menjadi murid yang cepat tanggap. Tidak bisa dihitung berapa kali Fitri mengalami orgasme, yang jelas Fitri begitu menikmati bahkan mungkin begitu ketagihan disetubuhi batang kemaluan yang begitu besar dan perkasa. Dan Pajangpun begitu puas bisa merealisasikan keinginannya menggauli Fitri yang sangat menggairahkannya. Pajang mengalami ejakulasi dengan penuh kenikmatan.
Setelah kejadian hari itu, Pajang selalu berusaha untuk bisa bertindak wajar seolah olah tidak terjadi sesuatu diantara mereka bahkan Pajang tidak terlalu memaksakan keinginannya untuk berhubungan seks kalau situasi tidak memungkinkan. Tetapi lain halnya dengan Fitri, terlihat ia begitu grogi setiap bertemu dengan Pajang terutama jika teman-temannya berada disampingnya, sulit sekali ia menutupi kegelisahannya. Sebagai seorang wanita perasaannya lebih banyak dikendalikan oleh emosinya. Setiapkali menatap Pajang walaupun Pajang berpakaian lengkap tetapi yang terbayang adalah tubuh kekarnya yang bertelanjang bulat dengan batang kemaluannya yang menantang.
Sejak hari itu Fitri tidak bisa lagi menahan keinginannya untuk tidak memadu kasih dengan Pajang. Da ketika libur, ia mencuri-curi waktu dan kesempatan untuk pergi ke tempat Pajang tanpa diketahui oleh teman-temannya. Pajang yang memang sengaja memanggil Fitri dengan mantra pengasihannya langsung menyambut memenuhi keinginan Fitri untuk bercinta. Saling lumat dan saling cumbu. Tangan Pajang meraba dan mengelus daerah sensitif Fitri, hingga pada puncaknya mereka saling jilat dengan posisi 69. Kepala Pajang membenam di selangkangan Fitri, menjilati dan menciumi vagina dan klitoris Fitri. Semantara Fitri juga sibuk mengocok batang kemaluan Pajang sambil mulutnya mengulum kepala batang kemaluannya, awalnya Fitri agak canggung dengan gaya permainan itu tapi Pajang yang berpengalaman membimbing Fitri untuk melakukannya. Fitri mulai terbiasa menerima penis Pajang di mulutnya, perlahan dia mulai meraih penis itu dan mengocoknya pelan. Lalu Fitri memajukan wajahnya, sambil melanjutkan kocokannya dia menyapukan lidahnya pada kepala penis itu.
Pajang mendesah merasakan belaian lidah Fitri pada penisnya serta kehangatan yang diberikan oleh ludah dan mulutnya. Fitri sendiri walaupun merasa tanpa disadari mulai terangsang dan mulai mengulum benda itu dalam mulutnya.
Fitri merasakan wajahnya makin tertekan ke selangkangan dan buah pelir Pajang yang berbulu lebat itu, penis di dalam mulutnya semakin berdenyut-denyut dan sesekali menyentuh kerongkongannya. Sekitar sepuluh menit lamanya dia harus melakukan hal itu, sampai Pajang menekan kepalanya sambil melenguh panjang.
Cairan putih kental itu menyembur deras di dalam mulutnya dan mau tidak mau, Fitri harus menelannya, rasanya yang asin dan kental itu membuatnya hampir muntah sehingga tersedak. Beberapa saat kemudian barulah semprotannya melemah dan berhenti. Fitri langsung terbatuk-batuk begitu Pajang mencabut penis itu dari mulutnya.
Memang Pajang adalah guru yang baik, akhirnya Fitripun terbiasa dan boleh dibilang piawai dalam melakukan oral seks sampai Pajang orgasme, dan spermanya menyembur keluar di wajah Fitri yang cantik. Fitri lalu merebahkan badannya dan terlentang. Pajang sambil mendekati Fitri, dia lalu berbaring di dekat Fitri. Pajang mulai membelai wajahnya dan menciumi pipinya, kumisnya yang kasar seperti duri menusuk-nusuk pipi Fitri yang halus. Pajang lalu menciumi bibir Fitri dengan gerakan lembut berulang-ulang sambil tidak lupa tangannya bergerak ke payudara Fitri yang kenyal dan lembut, payudara yang putih mulus itu dibelai-belai dan diremas dengan lembut, sesekali Pajang mempermainkan puting payudara Fitri yang berwarna pink segar dengan jari-jarinya.
Fitri langsung terhanyut oleh perlakuan itu, gerakan-gerakan Pajang yang sangat berpengalaman membuat pertahanannya sedikit demi sedikit bobol. Perlahan Fitri mulai memberikan respon pada ciuman Pajang, tanpa disadari, Fitri mulai membuka mulutnya dan membiarkan lidah Pajang bermain-main dengan lidahnya, bahkan Fitri mulai ikut memainkan lidahnya sendiri dan membiarkan bibirnya berpagutan dengan bibir Pajang. Sambil terus berciuman, Pajang terus membelai dan meremas-remas payudara Fitri dengan lembut. Lalu Pajang mengarahkan ciumannya ke bagian leher Fitri. Fitri menerima perlakuan itu sambil mendesah pelan.
Pajang terus menciumi sekujur leher Fitri, lalu ciumannya bergerak menelusuri bagian payudara Fitri. Dengan lidahnya, Pajang menjilat-jilat payudara mulus itu dengan lembut, ujung lidahnya sesekali menyapu puting payudara Fitri membuat Fitri makin terangsang. Desahan nafasnya mulai memburu, wajah Fitripun mulai memerah. Fitri seperti berada di lautan kenikmatan yang maha luas dan akhirnya seperti biasanya pula batang kemaluan Pajang yang besar mengaduk liang kenikmatannya. Dan seperti yang didambakan Fitri, Pajang melambungkannya terbang melayang layang diawang awang menggapai puncak kenikmatan yang tertinggi. Gesekan penis di dalam vaginanya memberikan sensasi luar biasa pada sekujur tubuh Fitri membuatnya mengejang dan bergerak liar. Fitri benar-benar menikmati persetubuhan dengan Pajang. Dia membiarkan saja saat Pajang kembali menciumi bibirnya ditengah-tengah persetubuhan.
Bahkan ketika Pajang menghentikan genjotannya, secara tidak sadar Fitri gantian menggerak-gerakkan pantatnya, dan Fitri pun menurut saja ketika Pajang menyuruhnya berganti posisi. Entah sudah berapa posisi yang dipraktekkan mereka. Fitri sendiri sudah mengalami berkali-kali orgasme, dia mendesah-desah menyebut nama Pajang, Sementara penis Pajang terasa semakin berdenyut dan ukurannya pun makin membengkak, dan akhirnya dengan geraman panjang dia menumpahkan spermanya ke dalam rahim Fitri.
Dan hari-hari berikutnya Fitri makin sering berkunjung ke tempat Pajang, kesempatan itupun kembali digunakan Pajang untuk bisa menikmati kenikmatan tubuh Fitri yang memang sangat didambakannya. Fitri sendiri sudah begitu terlena oleh Pajang, selain oleh mantra pengasihan yang dimiliki Pajang juga merasakan kenikmatan yang luar biasa saat Pajang menyetubuhinya. Kini setelah kejadian itu, mereka selalu terlihat sering berdua. Fitri selalu datang ke kontrakan pajang sekedar untuk melepaskan unek-uneknya tentang masalah kampus namun bagi Pajang itulah saat baginya untuk menikmati kehangatan dan kemulusan tubuh Fitri. Pajang pun akhirnya menikmati tubuh Fitri yang merupakan calon perawat itu dengan sembunyi-sembunyi, Fitripun kini telah memutuskan hubungan dengan pacarnya dan ia menerima pajang sebagai calon suaminya.
Macam-macam cerita ada kat sini..Kalau korang ada cerita or sape2 yg pernah pancut kat atas kain satin..email la kat aku ea.kita kongsi pengalaman k.
Saturday, 7 September 2013
Friday, 6 September 2013
Merogol Arina
Nama aku Andy. Aku suka main net dan chat dengan perempuan. Itulah sebab aku
mengenali seorang perempuan nama Arina...
Aku belajar di Laselle School. Secara kebetulan dia pun belajar di sana dan juga. Kami sama sama menuntut di tingkatan 3. Aku rasa hairan dan ingin tahu siapakah gerangan perempuan yang bernama Arina. Lantaran aku pun bertanyalah pada kawan kawan. "Arina.... Oh ! Dia ni agak pendek orangnya tetapi cantik dan kulitnya putih." Begitulah jawapan dari kawan kawan aku. Akhirnya barulah aku betul betul pasti akan gadis yang bernama Arina itu.
Pada suatu hari, aku telah betul betul terserempak dengan Arina. Cepat cepat aku mengambil posisi yang lebih jelas. Aku ingin meneliti paras tubuh Arina dengan tanpa disedarinya. Batang aku naik tegang apabila penelitian aku semakin jelas. Parasnya memanglah cantik dengan kulitnya yang serba putih melepak. Penonjolannya pula cukup seksi kerana dia ni suka memakai skirt yang pendek lagi ketat.
Tapi yang paling menarik bagi aku ialah bila dia memakai baju kurung berwarna putih. Ianya diperbuat dari jenis kain yang lutsinar. Itu menyebabkan baju dalamnya yang berwarna merah boleh dilihat dengan cukup jelas. Bodynya pula guarentee solid dengan ukuran 25" 24" 29". Namun kerana dia ni baru berusia 15 tahun maka saiz badannya nampak agak kecil dan begitu jugalah dengan sais dadanya.
Banyak orang yang terpikat kerana ciri ciri penonjolannya yang serba menarik perhatian. Demi minat untuk mengetahui lebih lanjut berkenaan dia, aku terpaksa nekad melakukan sesuatu. "Aku kena cari dan dapatkan maklumat penuh berkenaan dengan dirinya". Kata aku sendirian.
Aku pun pergi kat sekolah pada sesuatu petang. Aku pergi ke pejabat sekolah dan cuba masuk ke dalam. Aku tarik semua pintu tapi semuanya tertutup dengan baik. Tiba tiba aku ternampak ada satu pintu yang hanya dikunci dengan tali yang agak longgar. Serta merta aku bukakan tali tersebut. "Aku kena cepat sebelum ada orang nampak". Denyutan jantung aku semakin cepat kerana takut orang nampak.
Yes, aku berjaya bukakan tali itu dan aku mesti cari tempat duduk guru zakaria (guru Arina). Dengan dada yang berdebar debar puas aku mencarinya. Akhirnya barulah terjumpa. "Cikgu Zakaria" jelas tertulis di atas meja. Aku buka laci dan ambil buck rekodnya lalu membelek-belek. "A.... Ari...... Arina kok...." Aku dah dapat. Semua data dan maklumat mengenainya aku salin baik baik. Rupanya nombor telefonya ialah 55762738 dan tinggal dekat rumah aku. Bapanya orang bisnes dan memang kaya orangnya.
Selepas itu aku keluar dan tutupkan semula pintu. Aku nampak ada seorang lelaki yang sedang memandang aku, tapi aku lari saja tanpa menghiraukan dia. Dengan adanya maklumat tersebut, aku sudah boleh lakukan apa saja terhadap Arina.
Hari ini, apabila menjelang waktu rehat, semua pelajar kena keluar makan. Aku pura pura sakit perut dan berkata "cikgu... perut saya sakit dan saya nak ke tandas". Tandas pulak tu terletak dekat dengan bilik darjah. Cikgu pun berkata"Baiklah.. "
Aku nampak semua orang dah keluar termasuklah Arina. Aku pun masuk semula ke dalam kelas dan terus menuju ke meja si Arina. Aku mencapai bekas air minumannya. "You mesti seronok nanti." Kata aku sendirian. Aku pun keluarkanlah serbok pil khayal yang tersimpan di dalam poket. Aku bukakan penutup bekas air minuman itu lalu aku taburkan serbuk pil hayal berkenaan ke dalamnya. Selesai saja misi aku tu, aku pun pantas beredar dari situ.
Apabila tamat masa rehat, aku mengekori dan memerhatikan gerak geri Arina. Perbuatan aku tu tak sedikit pun disyaki oleh mangsa aku tu. Aku nampak Arina masuk ke dalam kelas. Oleh kerana cuaca hari tu agak panas maka dia pun pantas mencapai air minumannya. Aku dapat lihat dengan cukup jelas bahawa hampir separuh daripada air itu telah diteguknya. "He.. he... he" Ketawa aku di dalam hati. "30 minit lagi, kau akan jadi milik aku" Kata aku sendirian.
Sewaktu di dalam kelas, aku perhatikan kelakuan Arina yang asyik mengantuk and asyik ketawa. Lantaran itu Cikgu pun menyuruh dia pergi mencuci muka. Mendengarkan arahan cikgu itu, aku dah dapat merasakan bahawa inilah peluang yang amat amat ku nantikan. Ini ialah kerana pada masa pelajaran, jarang ada orang berada di tandas. Tambahan pula tandas perempuan tu agak jauh dari kelas.
Segera aku bergerak dan mengekori Arina. Dari gaya hayunan langkahnya, jelas menampakkan keberkesanan pil hayal yang telah meresapi urat saraf. Pada masa tu dia sudah tidak peka terhadap keadaan di sekelilingnya. Aku mengekorinya pada jarak yang tak sampai 2 meter. Itupun tak sedikit pun kehadiran aku tu disedarinya.
Aku nampak Arina masuk ke dalam tandas dan aku pun turut sama masuk ke dalam. Aku mengintai kelakuannya dari suatu sudut yang cukup jelas. Dia mula melayani hayalan. Di samping itu, perasaan panas badan akibat dari penangan pil hayal juga turut sama dirasainya.
"Umm... kejap lagi.... perempuan cantik inilah yang akan aku miliki". bisek aku seorang diri. Arina mula terasa sangat panas dan mulai melucutkan baju kurungnya. Aku bergerak ke depan dan menghampirinya. Pinggang yang kecil molek itu aku peluk kemas. Sambil itu mulut aku pantas menerpa sasaran ke arah bibirnya. Bertubi tubi ciuman aku menghinggapi bibirnya yang serba merkah. Lepas itu aku mula mencakup kedua belah buah dadanya. Walaupun kecil tetapi "berspring" dan cukup kental.
Akibat dihasuti kegeraman yang amat sangat, baju dalamnya yang nipis itu aku sentap sebegitu saja. Bercerap ianya koyak dan terpisah dari tubuh Arina. Dengan tanpa lagi sebarang alas kedua belah buah dadanya sudah pun terpamir buat tatapan aku. Apa lagi aku pun dengan rakusnya memicit micit sepasang gunung muda yang sudah terpacak di depan mata. Kuasa penentangannya sudah dibatasi oleh penangan pil hayal. Tiada penentangan yang mampu dipamirkannya. "Arhhhhhh...... woo...... arr......" Begitulah terpanculnya jeritan pudar dari mulut Arina.
Aku cukup seronok bila dengar seorang perempuan menjerit apabila disentuhi oleh lelaki yang berniat serong. Lebih istimewa lagi jika perempuan itu masih dara seperti Arina. Melihatkan kerapuhan benteng pertahanan si mangsa, aku mula bertindak semakin berani. Skirtnya pula menjadi sasaran aku. Ianya aku lucutkan dan aku lemparkan ke dinding. "Putihnya peha si puteri jelita" bisek aku ke telinga Arina.
Namun yang amat tidak ku duga ialah bilamana dia sendiri pula yang menanggalkan seluar dalamnya. Lepas tu dia terus tersandar di lantai mungkin kerana kepanasan. Aku pun cepat cepat mengeluarkan batang aku yang sudah tersangat tegang. Ianya aku pamirkan kepada Arina. Terbeliak sikit matanya melihatkan pamiran batang aku tu. Dia menggeleng gelengkan kepala seolah olah menyatakan takut akan penangan batang aku tu.
Memang sudah lama aku menyimpan hasrat nak melancap sambil mempamirkan batang aku di hadapan mata kepala Arina. Sudah beberapa kali aku merancang namun ianya selalu gagal kerana berbagai gangguan. Seandainya perancangan awal aku tu berjaya maka aku akan berasa cukup puas dan Arina pasti tak akan menjadi mangsa aku hari ini. Namun semuanya sudah terlewat. Arina akan tetap ku jadikan mangsa pencabulan seksual.
Sungguh pun kedudukan tandas itu agak terasing namun aku khuatir juga akan kemungkinan orang masuk untuk menggunakannya. Lantaran itu aku pun memapah Arina masuk ke dalam sebuah bilik dalam tandas tersebut. Di situ keadaan lebih selamat di samping privacy yang lebih baik.
Aku menguak kangkang Arina seluas yang mungkin. Muka aku rapat tertunu pada sebentuk pantat yang membusut di situ. Ianya aku teliti dengan sepenuh minat. "Aduh aduuu...hhh !!! Cantiknya pantat ! Tiada sehelai bulu pun pada pantat kamu ni". Aku memaklumkan ulasan aku terhadap keadaan pantatnya. Memang putih melepak bonjolan ketembaman di situ. Pada alur pantat pula jelas diwarnai serba kemerahan. Itu menunjukkan betapa lembut dan halusnya selaput kulit yang meliputi kawasan tersebut. Belahan di situ juga nampak masih tertangkup rapat walaupun di dalam keadaan kangkangnya sudah aku lebarkan seluas luasnya.
Aku berpuas hati terhadap segala bukti yang telah dapat ku lihat. Tiada sedikit pun tercetus keraguan mengenai status selambak pantat yang terhidangan di depan mata aku itu. Ianya ternyata masih dara. Kesuciannya masih lagi terpelihara. Kehormatannya masih lagi unggul.
Namun itu semua akan berubah sebentar lagi. Segalanya akan menjadi milek aku. Daranya akan aku pecahkan. Kesuciannya akan aku cemari. Kehormatannya pula akan aku ragut satu persatu. Kesimpulannya, aku mesti fuck pantat Arina.
Aku pun mulalah berusaha mengasah nafsu ke arah tersebut. Mula mula aku raba raba pantatnya. Aku berasa sangat bernafsu kerana inilah pertama kali aku menyentuh pantat seorang perempuan yang masih dara.
"orr........ orrrrrrrrrrr...... orr". Keluh Arina di dalam keadaan yang agak selesa. Sambil itu mulut aku mula mencari sasaran. Aku mengigit gigit puting buah dada Arina. Walaupun agak kecil namun ianya sangat kemas lagi kental.
Dia mulai jerit kuat "arrrrrrrrrr..... arrrrrrrrra... arrraaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrraaaa......" Mungkin Arina terasa putingnya sakit akibat gigitan rakus aku tu. Namun jeritan itu telah membuatkan batang aku jadi bertambah keras. Lantaran itu aku pun terus memalitan kesakitan terhadap tubuh Arina. Apa lagi, dia pun tak henti henti lah meraungkan belas ihsan dari aku.
Sambil itu aku pantaskan lagi gosokan pada pantat Arina. Bagaikan aksi melancap aku mengerjakan permukaan pantat tersebut. Kesannya terhadap lancapan itu memang cukup nyata. Seluruh bahagia kakinya kelihatan serba kekejangan. Urat urat remaja Arina bagaikan nak tersembul dibuatnya.
Tiba tiba aku dapat mengesan satu macam cecair likat mulai terbit dari pantat Arina. Maka aku dapat merasakan bahawa sudah tibalah masanya untuk melakukan upacara pemecahan dara. Aku pun memperbetulkan posisi ke arah hajat tersebut. Dengan cukup selesa aku bercelapak di celah kangkang Arina. Kepala batang aku sudah pun berada betul betul di celah belahan pantat. Perlahan lahan aku menyondolkannya masuk ke dalam.
"Ketatnya lubang kamu ni !"kata aku pada Arina. Sambil itu aku terus juga menjolokan batang aku ke dalam pantatnya. "Wow ! Sempitnya pantat. Ini sudah tersangat best." sambung aku lagi. Kekemasan dakapan pantat Arina terhadap kepala batang aku membuatkan aku benar benar hilang akal. Aku semakin geram untuk merasakan cengkaman yang sebegitu kemas terhadap seluruh kepanjangan batang aku. Desakan terhadap tuntutan hajat tersebut semakin meluap luap.
Demi menyahut kehendak nafsu yang sebegitu rupa, maka aku pun dengan rakusnya merodok masuk seluruh batang aku. Dengan sekuat hati aku melakukannya dengan satu hentakkan padu. Apa lagi, Arina pun bukan main teriak mengerang kesakitan. "Oraaa.... sasa........ aaaa......." Jerit Arina.
Segala jerit tangisnya tak sedikit pun aku hiraukan. Bahkan bertambah keras pulak batang aku bila mendengarkannya. Selaput dara Arina aku rabus tanpa sebarang belas ihsan. Ianya aku sentap hingga koyak rabak. Hidup hidup batang aku melapah semua lapisan halus yang ada di situ. Akhirnya seluruh kepanjangan batang aku berjaya berkubang di dalam pantat Arina. Yang tinggal di luar hanyalah biji aku saja.
Setelah berjaya mencercah hingga ke dasar, maka aku pun mulalah menghenjut pantat Arina. Semakin lama semakin laju irama sorong tarik batang ke dalam pantat. "Ar... ar.... r.. a... a.... rrr.. a..... aaaaaa............. rrrrrarrrrrrrrrrrrrrrrrr...." Begitulah bunyi dengusan suara yang terbit dari mulut Arina. Semakin cepat aku henjut semakin kuat dia ngerang. Namun sedang aku tengah nak berseronok seronok dengan kejayaan tersebut, keadaan menjadi berubah.
Kesan dari pengaruh pil hayal mulai pudar dari tubuh Arina. Ianya dapat aku perhatikan dari raut mukanya yang semakin segar. Begitu juga dengan gerak tangan dan kakinya yang semakin aktif. Aku cukup geram dengan takdir yang sebegitu rupa. Bersusah payah aku telah berusaha untuk menembusi selaput dara seorang perempuan. Tetapi belum pun sempat aku meledakan kepuasan dia sudah mulai bangun dan sedarkan diri.
"Apa kamu telah buat pada saya?" Sambil menanggis dia bertanya. Aku jadi serba salah dengan perkembangan tersebut. Kepala aku ligat mencari idea untuk mengatasi kemelut itu. Aku menyedari bahawa sebarang insiden pergelutan akan menyulitkan kedudukan aku untuk meneruskan permainan. Maka perkara utama yang perlu aku buat ialah untuk mengikat tangan Arina.
Sedang aku ligat berfikir, aku ternampakkan sebatang saluran paip air yang terbit dari dinding di belakang kepala Arina. Akal serong aku pantas menghidu kesempatan yang sudah tersedia itu. Dengan pantas aku memaut kedua belah tangan Arina lalu aku tambatkan pada batang paip tersebut. Setelah cukup kemas barulah aku berpuas hati. Kini Arina kembali hilang keupayaan untuk bertindak. Laluan sudah selamat untuk aku meneruskan perhitungan batang aku yang belum lagi mencapai kepuasannya.
"Arrhhh !!! Lepaskan saya". Ternganga nganga Arina berpekik apabila menyedari bahawa kedua belah tanganya sudah kemas terikat.
"Kalau nak selamat, kamu jangan bising !" Sergah aku kepadanya. Sambil melinangkan airmata dia menganggukan kepala sebagai tanda akur.
Kini barulah selesa kedudukan batang aku untuk terus menghukum pantat Arina. Maka aku pun mulalah menyumbatkan semula batang aku ke dalam pantatnya. Tanpa membuang masa aku terus saja dengan irama henjutan yang kuat dan laju. Penangan henjutan rakus aku tu disambutnya linangan airmata. Aku pula mengorak senyum melihatkan gelagat kedukaan seorang perempuan yang sedang aku cemari kesuciannya. Sambil itu jugalah aku semakin mempercepatkan lagi rentak henjutan.
Bunyi kocakan pantat Arina semakin nyaring kedengaran di dalam tandas itu. Tubuhnya juga mulai mengeliat satu macam. "Cukuplah tu.... !!! Saya tak nak lagiii... aaarrrhhh..." Sambil mengerang kesedapan, dia bermohon ihsan dari aku. Namun pamiran reaksinya itu, membuat aku sedar bahawa dia sudah hampir nak klimax.
"Arr....... orr...... rrr..... aaaa....... rrr....." Dengusan dengusan nafsu jelas terpancul dari mulutnya. Dia mulai kelihatan tidak selesa kerana semakin tak upaya membendung ledakan nafsunya sendiri. Di dalam situasi yang sebegitu rupa aku juga turut sama menghampiri klimak.
"Hehshhxhxhhxxxhhhhh..... sedapnya pantat kamu ni... aku dah tak lih tahan lagi..." Berhati hati aku mengacukan kedudukan kepala batang. Memang aku berhasrat untuk membenamkan pancutan nafsu aku tu sejauh yang mungkin ke dalam pantat Arina.
Arina kelihatan amat resah apabila menyedari yang aku dah nak klimax kat dalam pantatnya. Bersungguh sungguh dia merayu agar aku pancutkan kat luar. Ini adalah disebabkan oleh keadaannya yang begitu subur pada hari itu. Aku buat endah tak endah saja akan penjelasan tersebut. Tidak sedikit pun aku menunjukkan sebarang tanda untuk mempersetujui akan rayuannya. Bahkan semakin jauh pula aku membenamkan kepala batang aku di dalam pantatnya.
"Tolong, tolong.... Jangan ! Saya takut mengandung. Jika pancut di luar saya akan turuti apa saja kehendak kamu. Bila bila masa dan di mana saja saya sanggup lakukan perhubungan seks dengan kamu". Rayunya lagi kepada aku.
"Hahaha..." aku meledakan tawa ringkas. "Memang pun mulai dari saat ini kamu mesti mengadakan seks dengan aku setiap hari. Bukan saja aku, malahan kamu mesti mengadakan seks dengan sesiapa saja yang aku arahkan. Jika kamu engkar, aku akan membocorkan rahsia bahawa kamu telah dirogol." Dengan menggunakan kuasa ugutan aku menegaskan akan peranannya nanti. Sambil itu pantatnya tetap tak henti henti aku henjut. Arina dengan lemahnya hanya mampu menangguk anggukkan kepalanya.
"Satu lagi perkara penting ialah kamu mestilah aku buntingkan. Aku nak lihat perut kamu ni sampai sarat membuncitkan kandungan bayi aku." Terbeliak biji matanya mendengarkan hasrat aku yang sebegitu rupa. Muka Arina tiba tiba kelihatan pucat. Dia terping pinga kebingungan. Aku pun apa lagi, pantat dia aku huyunlah dengan sepenuh nafsu.
Akhirnya air mani aku pun bersemburlah kat dalam pantat dia. "Arr........... r..... Memang sedap pantat kamu ni..... Tapi jangan risau ! Tiap hari aku akan semaikan benih bunting kat dalam pantat kamu ni. Tak lama lagi perut kamu ni memang gerenti buncit." Sambil berkata kata sambil itu jugalah aku terus memerah pancutan air mani. Aku pastikan bahawa setiap titisan tersalur masuk ke dalam pantat. Setelah tus titisan yang terakhir barulah aku keluarkan batang aku dari pantat dia.
Sambil masih pada kedudukan mengangkang, Arina kelihatan tersandar kebinggungan. Namun perhatian aku lebih tertarik pada keadaan di celah kangkang dia. Segala kesan di situ dapat aku lihat dengan cukup jelas. Takungan air mani aku dengan banyaknya terpalit di celahan alur pantat Arina. Di samping cecair benih yang serba memutih, terdapat juga kesan kesan kehadiran cecair kemerahan. Itulah yang membuatkan aku tersenyum bangga. Darah tersebut merupakan bukti sahih bahawa seorang anak dara telah berjaya aku rosakan melalui penangan seksual aku.
Memang lega rasanya. Tercapai juga hajat aku. Kali ni aku berasa amat puas kerana telah dapat menyemaikan kepekatan air benih aku ke dalam telaga bunting Arina. Aku juga sangat gembia kerana telah dapat fuck pantat seorang perempuan yang masih dara.
Selepas hari itu, aku pasti akan telefon dia setiap kali aku berhajat untuk melakukan seks. Kadang kadang sampai 3 kali sehari dia terpaksa datang kepada aku, semata mata untuk menyerahkan tubuhnya bagi memenuhi tuntutan nafsu aku.
Arina benar benar taat kepada aku. Namun keadaan itu hanya kerana dia takut aku akan membocorkan rahsia bahawa dia telah dirogol. Di atas kuasa ugutan yang sebegitu rupa maka aku pun mulalah merencanakan beberapa perancangan durjana bagi memanfaatkan kejelitaan Arina.
Mewanitakan Cikgu Lisuriani
Ini ialah kisah benar yang berlaku semalam…. Aku belajar di tingkatan empat tahun ini…… guru fizik saya ialah seorang yang tidak pandai mengajar. Mukanya sentiasa muram sahaja tetapi dia akan tersenyum apabila pelajar yang agak cerdik bertanya dia soalan. Saya dah lama benci dengan sikapnya begini…. I beria-ia ingin main bodynya sampai dia kehilangan dara. (saya kurang pasti samada dia sudah berkahwin atau tidak) tapi rasanya dengan perangainya yg begitu buruk…….. tentulah belum ada lelaki nak dia hahhahaha...
OK nama cikgu itu ialah Lisuriani. Dia memang suka dia pakai baju kurung yang berwarna biru dan ketat… Dia sentiasa pakai tudung yang telah menghalang saya utk memerhati dadanya yang agak lumayan. Badannya solid juga tetapi gemuk sikit tetapi bukan gemuk sangat... itulah bestnya. Punggungnya selalu tertonjol-tonjol membuatkan saya ingin nak fucknya. I dah lama rancang utk mendapat pantat dara nya... tapi takut sebab dia cikgu saya. Nanti dia melaporkan kepada pengetua /polis.. habislah saya. Mula mula I nak guna cloroform... tapi rasa tak sesuai sebab dia jarang bersendirian.
Ah ha…… aku boleh guna ubat Fingpa yang baru diperkenalkan. Kononnya ubat itu amat berkesan.. tapi mana saya nak dapat ubat itu? Saya tertanya tanya..
Ya saya boleh meminta bantuan daripada kawan saya Kamal yang baru dibuang sekolah itu… Dia selalu mengajak saya untuk merogol perempuan di sekolah lain secara beramai ramai…. Dia kata dia ada ubat Fingpa sebab itulah dia selalu dapat main dgn pantat banyak perempuan yang 14-15 tahun…. yang suci dan dara lagi…!
Aku bercadang utk pergi mencari dia. I beritahu dia plan saya…..
"Bahaya ini, kalau dia laporkan... habis kau. Saya ada cadangan nak dengar tak?"Kata Kamal.
"Apa cadangan tu?" Saya tanya dia.
"Saya pinjamkan kamu video camera saya. Kamu bolehlah rakamkan kejadian kamu mengadakan sex dgn dia… baru dia tidak akan bocorkan rahsia… kemudian kami jualkan pita itu untunglah kami…." ujar si Kamal.
"betullah....! Kenapa saya tak terfikir macam tu... Thank you mal... you betul betul bijak….." Kami pun ketawa…..
Dia telah bagi saya kamera dan ubat Fingapa kepada saya hari ini… saya berterima kasih kepadanya dan kami janji akan pergi menghantarkan pita itu ke seorang kawan kamal yang bekerja sebagai seorang pakar video… (kawan itu sentiasa berpakat dengan dia untuk mendapatkan filem lucah… kita saling berkerjasama… Kawan itu bersetuju… dan kami berdua (kamal) berasa gembira kerana rancangan kita berjalan lancar.
Ring…… aku dengar bunyi yang menunjukkan masa rehat. Semasa jalan ke kelas, saya ternampak lisuriani yang kelihatan letih dan tidak bermaya… Saya ternampak dia jalan ke arah tandas….. Aku pun curi curi memerhati kelakuannya…
"Surianni nampaknya hendak pengsan larr" Kata hati ku sambil tersenyum. Aku perlahan lahan ikut dia masuk ke dalam tandas perempuan guru. Tiada seorang di dalam…. tiba tiba betul jangkaan saya... lisurianni pengsan di atas lantai… aku terhidu bau busuk seperti tahi… aku pandang sekeliling, ternampak baju kurungnya berwarna perang.. i hidu…..
"Busuknya... kenapa dia berak di sini…?" aku seperti terfikir sesuatu….. rupa rupa nya dia cirit birit sejak semalam….
"Patutlah nampak tidak bermaya" I berbisik sendirian.
Aku selakkan kain tudungnya yang selalu menghalang pemerhatian saya. Fulamak solidnya dada nya…. perempuan melayu yang saiz dadanya menonjol seperti itu memang buatkan I tak tertahan. I meramas ramas dada nya…..
Arr…. sedapnya…. inilah pertama kali aku menyentuh dada perempuan memang best…. I juga menjilat pantatnya walaupun dia masih berpakaian kurung….. aku mendukung dia dan letaknya di luar pintu .
"Tolong tolong cikgu lisurianni sudah pengsan…" I menjerit. Tapi sebelum tu aku telah berikan segelas minuman berpelawas dan Fingpa semasa dia dalam keadaan pengsan… I khuatir dia akan kembali ke tandas untuk……. kerana dia cirit birit….. aku telah menyediakan video kamera dan membersihkan kesan najisnya di dalam tandas tu. (termasuk lah punggung dia) hahahaha...
Setengah jam kemudian aku telah nampak lisuriannin sudah menghampiri tandas ini….. batang aku mula naik dan aku berasa sangat gembira kerana kehadiran nya seperti masuk ke kandang buaya. (fingpa ialah sejenis ubat yang boleh menyebabkan seseorang perempuan berasa keinginan sex apabila berada jauh daripada bunyi seperti muzik.. ia mudah terlarut dan amat kecil saiznya…. perempuan yang sudah makannya akan dikurangkan akal pemikirannya dan sanggup melakukan perkara yang tidak dipercayai… seperti menanggalkan baju di khalayak ramai…..
Aku ternampak lisuriani seperti sangat panas dan mula melonggarkan baju kurung nya…. i berasa syok sekali ternampak dia berbuat demikian…. batang aku stim gila. Aku merapatkan dia dan beritahu dia....
"Sayang... akulah abang sayang.... abang nak tanggalah baju kurung ayang ni… tak payah malu ye....!"
Maka aku pun mulalah menarik baju kurung yang panjang itu sampai ke lantai…. dia pula membiarkan saja seperti kanak kanak yang belum tau bercakap..... Aku semakin berani utk membuangkan bra dan pantynya. Maka akhirnya bertelanjang bulatlah dia di depan saya…. i merakamkan kesemua segalanya.
Aku dengan cepatbogelkan diri di depan nya….. batang aku sepanjang 5.5 inches (masih 15 tahun) telah berdiri 90 darjah. Aku menolak bahu dia supaya dia melutut di depan saya….. aku memasukkan batang aku ke dalam mulut nya. Agak mudah utk saya melakukan upacara ini kerana dia dalam keadaan yang hampir pengsan senang utk yang meyumbat masuk….
Aku suruh dia jilat kuat kuat dan jangan mudah muntah jika tidak saya akan cubit puting susu dia… dia seperti mengangguk. I tersenyum…. bayangkanlah bertapa sedap rasanya apabila seorang guru membersihkan batang aku yang kotor ni…..
"sipsspsi……… spsisisisisis..... arr….. sedapnya sedapnya……. se…… jilat lagi…!" Aku mengerang. Sambil dia menjilat batang aku, aku meramas ramas dada nya yang cute….
Tiba tiba aku rasa sangat syok macam ada sesuatu benda nak keluar…..
"Kuat k……. kuat lagi….. jangan berhenti…. terus suck it you bitch… arr…!" Akhirnya terpancutlah air mani aku ke dalam perut nya…… sedap nya………!!!!
Aku selalu ada tengok gambar lucah... so tahu larr macam mana fuck perempuan… I Mula jilat tubuh badannya dari atas hingga bawah… kulitnya amat halus sekali… walaupun dia berbangsa melayu tetapi dia kelihatan amat menarik dari tubuh badannya……
"Arr…… bang….. bang…… jilat yang kuat kuat……. Sayang tak tahan ni…….." Jerit cikgu ku itu.
I mula jilat puteng, pantat, peha serta duburnya….. i rasa selesa sangat nak jilat…. i jilat dia lebih kurang setengah jam….. aku terasa sesuatu bendalir keluar dari pantat nya…..i dah tahu ini peluang untuk memecahkan daranya. i terus menghunus batang aku ke dalam pantat nya…..
"Alamak…… ta…… tak …. dapat masuk lah……. ketatnya….. sayang dara lagi ker?"
"Ya bang"
Puas hati aku dengan jawapan nya itu. Mula mula I melebarkan kangkangnya dan memaskkan senjata saya ke dalam pantatnya…. Aku tak kesah dia sakit atau tidak, yang penting fuck dia….. Aku tekan kuat kuat sedalam dalamnya….
"Arrr…….. bang…… pantat yang rasa dah nak pecah ni.... Sakit bang sakit bang……"
Aku berasa semangat krn dia panggil aku bang (suami).. I lagi semangat dan tekan dalam lagi…… ternyata separuh batang aku sudah masuk ke dalam pantatnya…..
"Ohhh bang.... tolong ayang ni..... iiieeee.... sangat sakit sangat bang.... pantat ayang sakit sangat...! Aa……. aaaaaa……! Pantat yang dah..... arr….."
Aku tak peduli….. terus menghunus lagi…… Aku terasa ada satu lapisan yang menghalang aku mara ke depan (selaput dara)....
"Bang... jangan tekan lagi….. dara ayang sangat penting… tolong bang.... jangan pecahkan....!"
"Urgh…… urgh…….!" I menolak batang aku masuk sampai ke pangkal.……
I nampak darah keluar….. I tersenyum kerana aku tahu itu darah anak dara yang baru saja kehilangan taraf dara.... Kalungan pantat dara cikgu lisuriani telah pun selamat menjadi milek ku. Dia tidak lagi layak bergelar anak dara kerana aku telah berjaya mewanitakan dia.
I mengadakan upacara sorong tarik…….. dengan cepat…… mula mula lisuriani mengerang tetapi selepas itu dia berasa sedap pulak……. Akhirnya aku telah mencapai klimak kedua dan aku membiarkan air benih utk bertaburandi dalam rahim nya……
Aku bangun berpakaian semula dan mengambil pita itu keluar dari tandas….. sebelum itu…… aku telah mengarah dia utk menjadi alat saya melepaskan nafsu kerana saya ada pita sex antara saya dengan dia….
Dia menanggis teresak esak tetapi setuju...
Wednesday, 4 September 2013
mangsa nafsu
Mangsa Nafsu
Cikgu norhayati adalah seorang guru di sebuah sekolah menengah di bandar t. cikgu norhayati berumur 24 tahun dan telahpun mendirikan rumahtangga. suaminya berumur 27 tahun dan bekerja sebagai pegawai bank.
cikgu norhayati mempunyai bentuk badan yg boleh dikatakan menarik. buah dadanya pejal dan tajam. punggungnya pula lentik. rambut cikgu norhayati adalah separas bahu sahaja. cikgu norhayati dan suaminya masih belum mempunyai anak. mereka baru 2 thn mendirikan rumahtangga. ramai juga lelaki yg tertarik dengan cikgu norhayati, tapi cikgu norhayati langsung tak layan memandangkan dia sudah bersuami.
cikgu norhayati selalu memakai baju kurung sutera bila keluar mengajar. cikgu norhayati juga bertudung. mereka tinggal di sebuah kawasan perumahan. inilah antara kisah2 yg terjadi pada cikgu norhayati semasa mereka tinggal di kawasan perumahan tersebut.
petang itu setelah pulang dari mengajar, seperti biasa cikgu norhayati menunggu suaminya untuk datang menjemputnya pulang kerumah. tiba2 hp cikgu norhayati berbunyi. rupanya hari itu suaminya tidak dapat menjemputnya pulang kerana terpaksa bekerja overtime. terpaksalah cikgu norhayati menunggu teksi untuk pulang hari tu.
sedang cikgu norhayati menunggu teksi itu, sebuah van berhenti didepan cikgu norhayati. rupanya pemandu van itu adalah abg mat, jiran sebelah rumah mereka. abg mat berumur 40 thn dan telah berkahwin serta mempunyai 5 org anak.
"eh cikgu, nak kemana ni? marilah abg mat tumpangkan" ucap abg mat kepada cikgu norhayati.
"tak apalah abg mat,biar saya tunggu teksi ajer. nanti menyusahkan abg mat pula" balas cikgu norhayati.
"eh susah apanya pula, marilah. lagipun susah nak dapat teksi waktu begini" ucap abg mat lagi.
cikgu norhayati pun berfikir sejenak lalu bersetuju menerima pelawaan abg mat. sepanjang perjalanan mereka byk mendiamkan diri sahaja. cikgu norhayati lebih suka melihat pemandangan sepanjang jalan.
tapi lain pula yg bermain di fikiran abg mat. mata abg mat asyik menjeling ke arah buah dada dan paha cikgu norhayati sahaja. cikgu norhayati langsung tidak menyedari perbuatan abg mat itu. abg mat sebenarnya telah lama mengidamkan tubuh cikgu norhayati. nampaknya hari ini dia bertuah kerana dia akan mendapat tubuh yg telah lama dihajatkanya itu. kepala abg mat mula memikirkan rancangan jahat untuk meratah tubuh cikgu norhayati pada hari itu.
"hehe,siaplah kau sekejap lagi,aku akan jadikan kau hamba nafsuku" bisik hati abg mat.
"cikgu, kita singgah dikedai N kejap yer, sebab org rumah abg mat pesan suruh beli gula" kata abg mat.
cikgu norhayati hanya menganggukkan kepala bersetuju dengan abg mat. lagi pun dia yg menumpang van abg mat hari tu. apa salahnya fikir cikgu norhayati.
"cikgu tunggu sini kejap yer,saya nak pergi beli sekarang".
"baiklah" jawab cikgu norhayati pendek.
abg mat sebenarnya bukan turun untuk membeli gula, tetapi membeli pil perangsang untuk melaksanakan rancangan jahatnya pada cikgu norhayati. setelah selesai membeli pil perangsang, abg mat membeli pula 2 botol air oren. dia memasukkan beberapa biji pil perangsang kedalam air oren untuk cikgu norhayati. abg mat pun kembali semula kedalam van.
"nah cikgu, minum dulu. gula dah habis pula kat kedai ni. terpaksa kita pergi ke kedai yg jauh sikit tu" ucap abg mat sambil menghulurkan botol air oren yg telah dicampur dengan ubat perangsang itu tadi.
cikgu norhayati mengambil botol air oren itu sambil mengucapkan terima kasih. memang dia dahaga sejak lama menanti teksi tadi. air oren didalam botol terus disedut hingga separuh. abg mat tersenyum sinis bila melihat air oren itu diminum hingga separuh. abg mat pasti sekejap lagi dia akan mendapat tubuh cikgu norhayati.
abg mat pun meneruskan perjalanan. dia sengaja mengambil jalan pintas melalui ladang kelapa sawit kerana jalan itu jarang digunakan oleh org ramai. nanti mudahlah untuk dia mengerjakan tubuh cikgu norhayati.
setelah 5 minit, cikgu norhayati mula merasakan badannya panas. dia merasa kepalanya khayal. semakin lama semakin kuat perasaan ghairah yg memuncak dalam dirinya. cikgu norhayati mula tak senang duduk. abg mat perasan akan perubahan cikgu norhayati. hatinya melonjak gembira. cikgu norhayati merasakan pantatnya telah berair. seluar dalamnya juga telah dirasakan lembab.
abg mat membelok masuk ke sebuah lorong. cikgu norhayati langsung tidak menyedari dimana dia berada sekarang kerana dirinya telah dikuasai perasaan ghairah yg teramat sangat. abg mat pun memberhentikan vannya. dia mengeluarkan perakam video mini dari belakang vannya lalu menekan butang 'record'.
abg mat terus menjatuhkan tempat duduk cikgu norhayati lalu dengan rakusnya menerkam lalu mengulum lidah cikgu norhayati. cikgu norhayati terkejut dengan perbuatan abg mat itu, tapi dia sendiri sudah tak berdaya untuk menghalang perbuatan abg mat terhadap dirinya itu. hatinya meronta2 supaya abg mat menghentikan perbuatannya itu, namun tubuh badannya seakan2 menerima segalanya kerana kesan ubat perangsang yg telah meresap kedalam badannya.
abg mat terus menghisap lidah cikgu norhayati dengan rakus sekali hinggakan meleleh2 air liur cikgu norhayati di celah2 bibir mereka yg saling bertautan itu. kedua belah tangan abg mat meramas2 buah dada cikgu norhayati yg pejal itu dengan semahunya. memang dia telah lama mengidamkan buah dada cikgu norhayati itu. cikgu norhayati merengek2 lemah apabila buah dadanya dirangsang sebegitu rupa oleh abg mat. baju kurung cikgu norhayati pun disingkap perlahan oleh abg mat. bra cikgu norhayati terus ditarik oleh abg mat lalu tersembullah buah dada cikgu norhayati yg mekar itu.
abg mat terus mengentel2 puting cikgu norhayati yg berwarna coklat muda itu. sebelah digentel, sebelah lagi dihisap, dijilat dan digigit oleh abg mat. inilah kali pertama buah dada cikgu norhayati dinikmati lelaki lain selain suami tersayang. cikgu norhayati merayu agar abg mat menghentikan perbuatannya itu namun langsung tidak diendahkan oleh abg mat.
setelah puas menikmati buah dada cikgu norhayati, abg mat pun menyingkap kain baju kurung cikgu norhayati dan melondehkan seluar dalam cikgu norhayati. jari2 abg mat yg kasar itu terus menjolok2 kedalam lubang pantat cikgu norhayati. semakin kuatlah rengekkan cikgu norhayati kedengaran. abg mat melajukan jolokkan jarinya ke pantat cikgu norhayati. beberapa ketika kemudian badan cikgu norhayati pun mengejang. cikgu norhayati telah klimaks. air dari pantat cikgu norhayati begitu banyak hinggakan basah tempat duduk van abg mat. air pantat cikgu norhayati yg melekat di jari abg mat disuakan kemulut cikgu norhayati. cikgu norhayati terpaksa menghisap jari abg mat yg dipenuhi air pantatnya sendiri.
abg mat pun membuka zip seluarnya, lalu keluarlah batang abg mat yg hitam lagi gemuk itu. terkejut cikgu norhayati melihat batang abg mat kerana batang suaminya pun tak sebesar itu. abg mat terus menarik kepala cikgu norhayati dengan kasar lalu disumbatkan batangnya yg tegang itu kedalam mulut cikgu norhayati. cikgu norhayati terpaksa membuka mulutnya luas2 supaya batang abg mat itu dapat masuk kedalam mulutnya yg kecil comel itu. setelah 10 minit cikgu norhayati melakukan blow-job ke batang abg mat, abg mat pun klimaks. 5-6 das pancutan padu air mani abg mat kedalam mulut serta muka cikgu norhayati. tersedak cikgu norhayati kerana tertelan air mani abg mat. air mani abg mat mengalir membasahi tudung cikgu norhayati yg telah sengat semasa cikgu norhayati tunduk melakukan blow-job itu tadi.
abg mat tersenyum puas kerana telah berjaya menodai kesucian diri cikgu norhayati yg telah menjadi isteri org itu.abg mat ingin meneruskan lagi perbuatan sumbangnya itu tapi cikgu norhayati memujuk kerana hari telah malam dan sekejap lagi pasti suaminya pulang. tentu suaminya risau sekiranya dia tiada dirumah. abg mat setuju tapi dengan syarat cikgu norhayati mesti sedia melayani nafsunya bila2 masa saja. kalau tidak pita rakaman aksi cikgu norhayati sedang menghisap batang abg mat itu akan diserahkan kepada suaminya. cikgu norhayati terpaksa bersetuju dengan syarat abg mat itu dengan berat hati sekali.
abg mat pun memandu van mereka pulang ke kawasan perumahan mereka. puas hati abg mat. cikgu norhayati pula serba salah dengan wajah yg dipenuhi tompokkan air mani abg mat yg telah kering...
--------------------
Setelah kejadian di ladang kelapa sawit hari itu, cikgu norhayati cuba untuk mengelak dari bertemu dengan abg mat, jirannya itu. apabila waktu ptg, semasa suami cikgu norhayati membasuh kereta, memang abg mat sengaja datang ke tepi pagar mereka lalu berbual2 dengan suami cikgu norhayati. melihat kehadiran abg mat itu, cikgu norhayati terus masuk kedalam rumah. sumai cikgu norhayati tidak mengesyaki apa2 walaupun abg mat telah berjaya menikmati tubuh isterinya itu. tetapi, lama kelamaan suami cikgu norhayati berasa aneh juga kerana setiap kali abg mat datang berbual, pasti cikgu norhayati akan masuk kedalam rumah. suami cikgu norhayati bimbang sekiranya perbuatan cikgu norhayati itu menyebabkan jiran mereka itu berkecil hati.
hinggalah pada suatu ptg, suami cikgu norhayati menjemput abg mat untuk makan malam dirumah mereka kerana isteri abg mat pulang ke kampung. yang tinggal hanya abg mat dengan 5 org anaknya sahaja. abg mat apa lagi, dengan senang hati menerima pelawaan suami cikgu norhayati. didalam kepalanya mula memikirkan apa yg bakal dilakukan pada cikgu norhayati dirumah cikgu norhayati sendiri malam nanti.
"abg dah pelawa abg mat untuk makan malam bersama kita malam ni, kesian dia , isteri dia balik kampung, takde org nak masak untuk dia" kata suami cikgu norhayati.
hati cikgu norhayati berdebar apabila memikirkan bahawa mereka akan makan semeja malam nanti. namun begitu hati cikgu norhayati lega juga kerana dia memikirkan bahawa suaminya juga ada bersama mereka, takkan abg mat dapat melakukan apa2 kepadanya.
malam itu tepat jam 9 malam, abg mat pun datang dengan 5 orang anaknya. suami cikgu norhayati menyambut mereka dengan gembira tanpa menyedari abg mat mempunyai niat serong terhadap isterinya itu. sementara menunggu cikgu norhayati menghidangkan makanan, mereka berbual2 dahulu sambil menonton tv. anak2 abg mat semuanya kelihatan begitu mesra dengan suami cikgu norhayati. anak abg mat yg sulung berumur 19 tahun, manakala yg paling kecil sekali berumur 13 tahun.
mata abg mat menjeling2 kearah dapur untuk melihat tubuh cikgu norhayati. malam itu cikgu norhayati memakai baju kebaya ketat berwarna hijau muda. cikgu norhayati juga mengenakan tudung hijau agar padan dengan kebayanya. abg mat menelan air liur apabila melihat punggung cikgu norhayati yg padat disebalik kain kebayanya yg ketat itu. cikgu norhayati perasan yg mata abg mat selalu memandang kearah buah dada dan juga pantatnya malam itu, tapi cikgu norhayati buat tak tahu sahaja kerana dia yakin abg mat takkan berani melakukan apa2 terhadapnya kerana suaminya ada bersama.
waktu makan pun tiba. suami cikgu norhayati makan sambil berbual mesra dengan abg mat serta anak-anaknya. cikgu norhayati pula lebih byk mendiamkan diri dari turut serta dalam perbualan mereka. sedang mereka menikmati makan malam itu, tiba2 anak abg mat yg berumur 13 tahun itu dengan tidak sengaja telah terlanggar gelas minumannya. air yg tertumpah dari gelas itu mengalir lalu mengenai kain kebaya cikgu norhayati. habis basah kain cikgu norhayati terkena air oren.
abg mat segera menunjukkan sikap baiknya pada suami cikgu norhayati dengan meminta maaf berkali2 atas kesalahan anaknnya itu. suami cikgu norhayati berkata tak mengapalah kerana dia bukan sengaja. cikgu norhayati pun meminta diri untuk kedapur kerana ingin membersihkan kainnya yg basah itu. mata abg mat memerhatikan setiap ayunan punggung cikgu norhayati sewaktu cikgu norhayati melangkah menuju ke dapur.
"eh tiba2 perut saya ni buat hal pula, boleh saya gunakan tandas sekejap?" tiba2 sahaja abg mat bersuara kepada suami cikgu norhayati.
"boleh,apa salahnya, tandas dibelakang, masuk terus kedapur dan pintu yg paling tepi sekali" balas suami cikgu norhayati.
abg mat terus bangun menuju kedapur dengan rancangannya untuk menjamah tubuh cikgu norhayati lagi.
didapur pula, cikgu norhayati sedang mengelap kain kebayanya yg telah dibasahi air oren itu. habis bahagian pahanya bertompok2 kerana kesan air oren itu. cikgu norhayati tidak menyedari yg abg mat telah berdiri dibelakangnya. dengan tiba2 tangan abg mat yg kasar itu memeluk cikgu norhayati dari belakang sambil meramas2 buah dada cikgu norhayati dengan kuatnya.
cikgu norhayati tergamam dengan perbuatan abg mat itu. cikgu norhayati membuka mulut untuk menjerit, tapi dengan pantasnya tangan abg mat mencekup mulut cikgu norhayati.
"kalau cikgu nak suami cikgu tahu tentang apa yg telah kita lakukan di ladang hari tu, cikgu jeritlah. saya tak kisah, yang rugi cikgu, bukan saya, hehehehe..." ugut abg mat pada telinga cikgu norhayati. "kalau cikgu nak rahsia cikgu selamat, lebih baik cikgu ikut saja cakap saya" kata abg mat lagi.
tangan abg mat terus memerah dan meramas buah dada cikgu norhayati. perlahan2 abg mat melepaskan cengkaman tangannya dari mulut cikgu norhayati setelah dia yakin cikgu norhayati tidak akan cuba menjerit lagi. air mata cikgu norhayati mengalir kerana dia bimbang sekiranya suaminya akan masuk kedapur dan melihat dirinya yg sedang digomoli oleh abg mat itu.
"tak guna cikgu menangis, baik cikgu berikan kerjasama, nanti cikgu pun akan merasa puas juga" kata abg mat lagi sambil menekankan batangnya yg telah keras didalam seluarnya itu ke alur punggung cikgu norhayati.
tangan abg mat kini telah membuka 2 butang atas baju kebaya ketat milik cikgu norhayati. tangannya terus menyusup kedalam bra cikgu norhayati lalu memicit2 puting buah dada cikgu norhayati. cikgu norhayati menjadi terangsang apabila puting buah dadanya itu dpicit2 kuat oleh abg mat. perlahan2 mulut cikgu norhayati mengeluh kenikmatan. abg mat tersenyum kerana dia tahu cikgu norhayati sudah mula memberikan kerjasama kepadanya. dia juga akan pastikan yg cikgu norhayati akan terus menjadi hamba nafsunya.
sekarang tangan abg mat telah beralih ke arah pantat cikgu norhayati pula. abg mat menggosok2 pantat cikgu norhayati dari luar kainnya. semakin lama, semakin laju gosokkan tangan abg mat. cikgu norhayati mula merasakan lubang pantatnya telah mulai basah. setelah puas, abg mat membuka zip kain kebaya ketat cikgu norhayati. zip itu terletak di bahagian punggung. tangan abg mat dengan pantas menyusup masuk kedalam kain cikgu norhayati lalu mengorek2 lubang pantat cikgu norhayati dengan 2 batang jarinya. diputar-putarkan jarinya itu hingga menyebabkan terangkat2 punggung cikgu norhayati menahan nikmat.
setelah abg mat melihat cikgu norhayati hampir klimaks, dia mencabut jarinya lalu membuka zip seluarnya.abg mat menyuruh cikgu norhayati agar melakukan blow-job lagi ke batangnya itu. perlahan2 cikgu norhayati yg sudah terlalu ghairah itu melutut didepan abg mat lalu menghisap batang abg mat perlahan2. abg mat mengocok2 batangnya kemulut cikgu norhayati. setelah 10 minit cikgu norhayati melakukan blow-job ke batang abg mat itu, abg mat pun klimaks. beberapa das pancutan air mani yg dilepaskan oleh abg mat itu semuanya memasuki mulut cikgu norhayati. kerana terlalu banyak air mani abg mat didalam mulut cikgu norhayati, ada yg meleleh keluar melalui rekahan bibir cikgu norhayati itu.
"sekarang cikgu telan semua air nikmat yg telah saya berikan pada cikgu itu" kata abg mat.
cikgu norhayati menggelengkan kepalanya kerana enggan menelan air mani abg mat yg masin itu.
"kalau cikgu tak telan, nanti saya beri pita rakaman hari tu pada suami cikgu, nak?" ugut abg mat.
terpaksalah cikgu norhayati menelan semua air mani abg mat tu dengan muka yg berkerut menahan loya. abg mat membetulkan seluarnya lalu mengucup dahi cikgu norhayati sambil tersenyum sinis. abg mat sengaja membiarkan cikgu norhayati tidak mencapai klimaks kerana dia ingin menyiksa hamba nafsunya itu. abg mat pun keluar ke ruang makan semula dengan wajah wajah yg ceria.
"hah macam mana? dah lega ker?" tanya suami cikgu norhayati yang masih belum menghabiskan makan malamnya kerana menunggu abg mat yg disangkakan ke tandas itu tadi.
"dah.. selesa sekali rasanya" ucap abg mat. memang dia merasa sangat selesa kerana air maninya yg telah seminggu bertakung itu telah habis disedut oleh cikgu norhayati yg cantik itu.
mereka pun meneruskan makan malam mereka yg terganggu itu. cikgu norhayati setelah membetulkan pakaian serta tudungnnya itu pun keluar ke ruang makan semula dengan wajah yg serba salah. abg mat hanya tersenyum melihat cikgu norhayati.senyuman penuh rahsia yg hanya diketahui oleh dirinya serta cikgu norhayati sahaja. setelah selesai makan malam, abg mat dan anak-anaknya pun pulang.
malam itu suami cikgu norhayati merasakan sedikit aneh kerana apabila dia mengadakan hubungan seks dengan cikgu norhayati, dirasakan pantat cikgu norhayati telah terlalu lencun, seolah2 cikgu norhayati telah beberapa kali di kongkek pantatnya malam itu. cikgu norhayati juga kelihatan amat ghairah melakukan hubungan seks mlm itu. mana tak ghairahnya,cikgu norhayati melepaskan segala nafsunya yg tak sampai semasa diperkosa oleh abg mat di dapur awal tadi. suami cikgu norhayati sedikit pun tidak menyangka sudah 2 kali abg mat itu menjamah tubuh isterinya...
--------------------
Pada suatu petang, semasa cikgu norhayati dan suaminya sedang berehat, mereka tiba2 dikejutkan dengan panggilan dari luar rumah mereka. rupa-rupanya anak abg mat yg berumur 13 tahun itu yang datang. cikgu norhayati segera keluar bertanyakan kenapa anak abg mat itu datang petang2 begini.
"hah kamal, ada apa hal awak datang petang2 begini?" soal cikgu norhayati.
"mak pesan suruh datang rumah malam ni, ada majlis harijadi, cikgu dan suami cikgu pun mak suruh panggil" jawab kamal.
rupa-rupanya kamal adalah anak murid cikgu norhayati di sekolah menengah T. cikgu norhayati berfikir sama ada nak menerima pelawaan tersebut bila tiba2 suaminya mencelah.
"baiklah kamal, malam nanti cikgu norhayati akan hadir..".
cikgu norhayati serba salah kerana suaminya sendiri yang telah bersetuju agar dia pergi ke rumah abg mat malam itu. cikgu norhayati bimbang abg mat akan mengulangi apa yg telah dilakukannya terhadap dirinya dua kali dulu. namun memikirkan isteri abg mat turut ada sama, cikgu norhayati merasakan dirinya akan selamat dari abg mat sekiranya dia sentiasa bersama2 dengan isteri abg mat.
malam itu nasib cikgu norhayati sekali lagi malang apabila suaminya menerima kunjungan sahabat lamanya, maka suami cikgu norhayati tidak dapat turut sama hadir ker majlis di rumah abg mat itu.
"kalau abg tak pergi, yatie pun tak mau pergilah" kata cikgu norhayati pada suaminya.
"isk mana boleh begini, lagipun kita dah setuju untuk pergi. lagipun kalau abg tak pergi malam ni, sekurang-kurangnya yatie hadir mewakili kita berdua, lagipun kalau kawan abg tak datang pun, abg sebenarnya malas nak pergi ke majlis sebegitu." balas suami cikgu norhayati pula. "lagi pun tentu banyak cerita yg abg dan kawan lama abg tu nak bualkan, kami juga mungkin akan keluar nanti" ujar suami cikgu norhayati lagi.
cikgu norhayati tidak dapat berkata apa2 lagi. maka cikgu norhayati pun bersiap2 untuk ke rumah abg mat. cikgu norhayati mengenakan baju kurung sutera berwarna putih dengan tudung hijau.
cikgu norhayati pun keluar menuju ke rumah abg mat dengan perasaan yg berdebar2. sampai dihalaman rumah abg mat cikgu norhayati pun terus memberi salam. tiada jawapan dari dalam rumah itu. cikgu norhayati terus mengetuk pintu rumah abg mat. seketika kemudian jamal, anak sulung abg mat yg berumur 19 tahun itu membuka pintu.
"masuklah cikgu, majlis akan dimulakan sebaik sahaja cikgu sampai" ujar jamal.
cikgu norhayati tersenyum lalu melangkah masuk kedalam rumah abg mat. cikgu norhayati merasa hairan kerana dalam rumah abg mat lampu tidak dipasang. gelap.
"jamal, kenapa tak buka lampu ni?" soal cikgu norhayati.
"kami sengaja tak buka lampu kerana nak buat suprise sikit" jawab jamal.
tiba2 didalam gelap itu cikgu norhayati berasa ada org memegang kedua belah tangannya. cikgu norhayati meronta untuk melepaskan tangannya namun sia2 kerana kedua belah tangannya dicengkam dengan erat sekali. lampu pun dibuka. terkejut bukan kepalang cikgu norhayati kerana mendapati dirinya dikelilingi 4 org remaja lelaki. dua melayu dan dua lagi india. kedua belah tangannya di pegang erat oleh dua org remaja india itu. tiada sebarang tanda berlangsungnya majlis harijadi didalam rumah itu.
"apa yang kamu nak buat ni jamal? adik kamu kata ada majlis harijadi malam ni." sergah cikgu norhayati. cikgu norhayati merasa dirinya telah diperangkap.
"memanglah hari ni harijadi adik saya, semua ahli keluarga saya telah keluar untuk meraikannya" jawab jamal pantas.
"habis,kenapa kamu buat begini" soal cikgu norhayati lagi, cemas.
"haa.. malam ni adalah malam special buat cikgu. kerana malam ni cikgu akan dapat merasa batang org india.. hahahaha.." ketawa jamal.
"berani kamu buat begitu pada saya, nanti saya beritahu pada bapak kamu." ugut cikgu norhayati.
"sebelum cikgu kata apa2, biar saya tunjukkan ini dulu.." balas jamal pantas sambil menekan butang 'play' pada remote control ditangannya.
beberapa ketika kemudian terpampanglah di skrin tv aksi2 cikgu norhayati sedang menghisap batang abg mat, ayah jamal sendiri.
"apa! bagaimana kamu mendapat pita rakaman ini" soal cikgu norhayati gusar.
"haha,saya jumpa pita ni dalam bilik bapak, rupanya bapak dah puas dapat menjilat pantat cikgu ya.. sekarang giliran kami pula." jawab jamal.
"tolonglah jamal, jangan buat saya begini" rayu cikgu norhayati.
"ahh, cikgu mesti layan kami malam ini, kalau tidak kami akan sebarkan salinan pita video ini" ugut jamal.
terdiam cikgu norhayati mendengar ugutan jamal itu.
"kawan2, apa lagi, habuan dah berada depan mata, jom kita kerjakan pantat cikgu yg cantik nie puas2 malam ni" arah jamal.
samy dan muthu pun terus membaringkan cikgu norhayati keatas tlam yg telah tersedia ada di situ. jamal pula terus memasang perakam video kerana dia ingin merakamkan aksi2 cikgu norhayati dikongkek pantatnya oleh 2 org budak india.
samy dan muthu sambil sebelah memegang tangan cikgu norhayati, sebelah lagi tangan mereka terus mengusap2 buah dada cikgu norhayati yg mekar disebalik baju suteranya itu. mula2 mereka mengusap lembut sahaja, tetapi lama kelamaan rabaan dan ramasan mereka menjadi semakin kuat dan ganas. jamal dan atan memerhatikan perbuatan samy dan muthu sambil mengocok2 batang mereka. baju kurung sutera cikgu norhayati disingkap oleh samy lalu samy dengan ganasnya menyonyot puting buah dada cikgu norhayati yg berwarna coklat muda itu. muthu pula dengan cepat menyuakan batangnya ke mulut cikgu norhayati. geli geleman cikgu norhayati kerana terpaksa menghisap batang anak india yg tidak bersunat.
tangannya pula tidak lepas2 dari menguli buah dada cikgu norhayati yg telah tegang kerana dirangsang oleh kedua budak india itu. jamal dan atan pula terus menyelak kain baju kurung cikgu norhayati hingga paras pinggang lalu atan pun terus menanggalkan seluar dalam dan panties yg dipakai oleh cikgu norhayati malam itu. jamal dengan pantas mengangkangkan kaki cikgu norhayati lalu menjilat pantat cikgu norhayati. atan pula mengorek2 lubang dubur cikgu norhayati dengan jarinya.
cikgu norhayati cuba untuk berkata untuk menyuruh mereka berhenti namun mulutnya telah dipenuhi oleh batang muthu yg tidak bersunat itu. seluruh tubuh cikgu norhayati sedang mendapat rangsangan seksual yg paling maksima sekarang. kedua2 puting buah dada cikgu norhayati telah begitu tegang sekarang. pantatnya yg sedang dijilat oleh jamal itu juga telah mengeluarkan banyak cecair nikmat. jamal dengan berseleranya menjilat hingga bersih air yg keluar dari pantat cikgu norhayati itu. cikgu norhayati juga semakin kuat menghisap batang muthu hinggakan terpejam mata muthu menahan nikmat dan geli apabila lidah cikgu norhayati bermain2 di hujung batangnya. beberapa ketika kemudian muthu mengejang lalu memancutkan air maninya ke mulut cikgu norhayati. terlalu banyak air mani muthu hinggakan ianya mengalir keluar melalui celah2 bibir cikgu norhayati.
muthu pun mengeluarkan batangnya dari mulut cikgu norhayati. samy pula dengan panas mengambil alih tempat muthu dengan menyumbatkan batangnya ke mulut cikgu norhayati. belum pun hilang rasa loya cikgu norhayati, terpaksa menghisap batang samy pula.
tubuh cikgu norhayati diangkat oleh atan dan jamal lalu atan pun masuk kebawah badan cikgu norhayati. atan memasukkan batangnya perlahan kedalam lubang dubur cikgu norhayati yg mengemut2 kuat itu. perlahan2 batang atan tenggelam ke dalam lubang dubur cikgu norhayati. suami cikgu norhayati sendiri belum pernah main dengan cikgu norhayati melalui lubang duburnya. jamal juga turut memasukkan batangnya kedalam pantat cikgu norhayati. agak susah juga batang jamal untuk memasuki lubang pantat cikgu norhayati yg masih sempit itu.
"ahh ketatnya lubang pantat cikgu" bisik jamal.
sekarang badan cikgu norhayati berada di tengah2 antara jamal yg sedang menghenjut pantatnya dan atan yg sedang meneroka lubang duburnya. sungguh mengghairahkan sekali, seorang perempuan muda bertudung sedang dihenjut pantat, dubur serta mulutnya. cikgu norhayati sekarang tak ubah bagaikan seorang perempuan sundal yg sentiasa ketagihkan seks. samy pula telah mencapai klimaksnya. tersedak cikgu norhayati kerana terpaksa menelan semua air mani samy yg jauh lebih banyak dari muthu tadi.
muthu yang telah naik kembali nafsunya kini sedang mengigit2 puting cikgu norhayati. cikgu norhayati merayu supaya jangan ditinggalkan sebarang bekas di badannya kerana cikgu norhayati bimbang suaminya akan perasan nanti. jamal semakin laju menghenjut pantat cikgu norhayati. dirasakan batangnya begitu kuat dicengkam oleh lubang pantat cikgu norhayati. beberapa ketika kemudian jamal pun memancutkan air maninya kedalam pantat cikgu norhayati. atan juga telah klimaks, lubang dubur cikgu norhayati begtu ketat menyebabkannya tak dapat bertahan lama. beberapa das pancutan air mani atan memenuhi lubang dubur cikgu norhayati .jamal dan atan pun mencabut batang mereka lalu terbaring keletihan. kelihatan air mani atan dan jamal meleleh keluar melalui lubang pantat dan dubur cikgu norhayati yg basah lencun dengan air nikmat itu.
samy dan muthu pula terus mengerjakan kedua2 lubang yg terdapat di tubuh cikgu norhayati itu. seketika kemudian mereka pun klimaks didalam lubang pantat dan dubur cikgu norhayati. mereka juga terbaring di sebelah cikgu norhayati yang keletihan akibat dikongkek berkali2 oleh 4 org anak muda. cikgu norhayati terbaring dengan baju kurungnya terselak hingga menampakkan kedua2 gunung yg mekar di dadanya itu. kainnya juga terselak hingga paras pinggang menampakkan lubang pantat dan duburnya yg lencun dipenuhi air mani 4 org anak muda. di wajah cikgu norhayati juga terdapat tompokkan air mani yg telah kering. begitu juga di bibirnya, terdapat kesan2 air mani yg telah kering. setengah jam kemudian mereka mengemaskan kembali pakaian cikgu norhayati lalu menyuruh cikgu norhayati pulang kerumah. cikgu norhayati melangkah pulang ke rumah dengan perasaan yg berkecamuk.
namun begitu cikgu norhayati juga merasakan kepuasan yg tak terhingga bersama2 dengan 4 orang anak muda itu tadi. jamal tersenyum puas kerana berjaya merakamkan aksi2 lucah cikgu norhayati disetubuhi 4 org lelaki.
--------------------
Suatu hari suami cikgu norhayati membawa pulang 2 orang lelaki keturunan india ke rumah mereka. kata suami cikgu norhayati, mereka adalah business partner yg datang untuk melawat projek mereka di kawasan berhampiran dengan sekolah dimana cikgu norhayati mengajar. mereka juga akan bermalam di rumah mereka selama 2 malam. cikgu norhayati hanya tersenyum mendengar apa yg dikatakan oleh suaminya itu. mereka membawa sebuah beg pakaian sahaja. mereka berdua ditempatkan di bilik atas rumah mereka.
malam itu setelah kedua tetamu mereka itu masuk tidur, cikgu norhayati berkata sesuatu kepada suaminya didalam bilik tidur mereka.
"abg,yatie tengok kawan abg tu pandang yatie semacam jer bang.. yatie takutlah." kata cikgu norhayati.
suami cikgu norhayati hanya ketawa mendengar apa yg dikatakan oleh cikgu norhayati itu.
"tak ada apa2 lah.. yatie tak perlu risau, mereka berdua tu org baik." ujar suami cikgu norhayati.
malan itu suami cikgu norhayati begitu bernafsu sekali mengerjakan pantat cikgu norhayati hinggakan mulut cikgu norhayati tak berhenti2 merengek2 manja. 2 pusingan juga suami cikgu norhayati membaham pantatnya malam itu. mereka terlupa bahawa rumah mereka malam itu ada tetamu. kedua2 lelaki india itu bercakap2 didalam bilik mereka.
"eh ramu.. kau dengar tak suara perempuan tu merengek2?" tanya kuty pada temannya ramu.
"ya aku dengar.. isk dasyat betul bunyinya.. tentu seronok kawan kita itu sedang menikmati tubuh isterinya itu kan?" tanya ramu kepada kuty semula.
"eh ramu, kau tak geram ke tengok tubuh isterinya tu. aku geram betullah. kalau dapat kat aku, mau semalaman aku fuck pantat dia" kata kuty lagi.
"siapa cakap aku tak geram, sepanjang kita makan malam tadi, batang aku ni dah keras dalam seluar tau tak. ketat betul baju yang dia pakai masa makan malam tadi, aku ingat situ jugak aku nak hisap puting dia.. hehehe.." balas ramu.
memang semasa mereka makan malam tadi cikgu norhayati mengenakan baju yg agak fit hingga jelas menampakkan bentuk buah dadanya pada ramu dan kuty.
"apa kata kalau pagi esok kita pakat2 fuck pantat isteri kawan kita tu?" kuty mengemukakan cadangan.
"hahaha.. aku pun terfikir perkara yang sama, tapi isteri dia tu cikgu, mesti dia keluar mengajar pagi esok. masa mana kita nak main ngan pantat dia?" soal ramu pula.
"tak apa, jangan bimbang. perkara itu kau serahkan pada aku" kata kuty sambil mengeluarkan sebotol ubat ghairah.
"hahahahaha....." ketawa ramu gembira kerana dia sendiri pun memang dah mengidamkan tubuh badan cikgu norhayati.
keesokkan paginya cikgu norhayati dan suaminya telah bersiap2 untuk pergi bekerja. suami cikgu norhayati menyuruh cikgu norhayati memanggil 2 org kawannya yg masih berada di tingkat atas itu. cikgu norhayati pun melangkah menaiki tangga menuju ke bilik kedua tamu mereka. cikgu norhayati mengetuk pintu sambil memanggil mereka untuk turun bersarapan bersama2. ramu dan kuty pun keluar dari bilik dengan senyuman sinis. di kepala mereka sudah terbayang2 bagaimana seronoknya mereka nanti bila cikgu norhayati menghisap dan menjilat batang mereka.
semasa di ruang makan, sewaktu suami cikgu norhayati keluar untuk menghidupkan enjin kereta dan cikgu norhayati pula sedang sibuk menyediakan hidangan, dengan pantas kuty memasukkan beberapa biji pil perangsang kedalam cawan cikgu norhayati. selepas itu mereka pun bersarapan seperti biasa. kuty dan ramu menjeling sahaja apabila melihat cikgu norhayati meneguk hingga habis air di cawannya yg telah dicampur dengan ubat perangsang itu.
setelah selesai,mereka pun berbincang tentang kerja. kuty menyuruh suami cikgu norhayati pergi ke bank dengan segera untuk menyiapkan dokumen2 penting yg perlu bagi urusan mereka hari itu. suami cikgu norhayati meminta untuk menghantar cikgu norhayati ke sekolah tempat dia mengajar dulu namun kuty berkata biar dia dan ramu yg tlg hantarkan. lagi pun suami cikgu norhayati mesti menyiapkan segera semua dokumen yg diminta mereka. mereka juga memberikan alasan yg mereka akan melalui sekolah tempat cikgu norhayati mengajar untuk sampai ke tapak projek syarikat mereka. suami cikgu norhayati pun bersetuju dengan cadangan kuty itu. dia tidak tahu bahawa sebentar lagi 2 org lelaki india itu akan meratah tubuh isterinya yg cantik itu...
sepanjang perjalanan ke sekolah cikgu norhayati mengajar, ramu dan kuty tak putus2 menanyakan berbagai2 soalan kepada cikgu norhayati. jenuh jugalah cikgu norhayati nak menjawab semua soalan ramu dan kuty itu. kuty sengaja bertanyakan soalan yg berbaur lucah kepada cikgu norhayati untuk melihat reaksi cikgu norhayati.
"cikgu pernah tengok vcd blue ke tak?" soal kuty.
"isk apa awak cakap ni? saya tak suka lah benda2 macam tu" balas cikgu norhayati tersinggung dengan soalan kuty itu.
"hehe.. tak apa, kejap lagi kau akan aku kerjakan sepuasnya" bisik hati kuty.
ubat perangsang yg telah dicampurkan kedalam minuman cikgu norhayati telah mula menampakkan kesan. cikgu norhayati mula gelisah ditempat duduk belakang kereta yg dipandu ramu itu. ramu dan kuty tersenyum melihat gelagat cikgu norhayati itu. sebentar lagi pasti fantasi mereka untuk mengerjakan pantat perempuan melayu bertudung yg telah bersuami pasti akan terlaksana. cikgu norhayati hari tu mengenakan baju kebaya dengan tudung wardina.
ramu mula menjilat2 bibir bila melihat cikgu norhayati sudah mulai layu matanya ditempat duduk belakang kereta yg dinaiki mereka itu. ramu menghentikan kereta itu ditepi jalan lalu kuty pun terus keluar dari kereta lalu masuk semula tapi kali ini di tempat duduk belakang, disebelah cikgu norhayati yg sedang ghairah itu. kuty pun meneruskan perjalanan mereka.
ditempat duduk belakang itu kuty dengan perlahan2 meramas2 pantat cikgu norhayati dari luar kain kebayanya. cikgu norhayati cuba menghalang perbuatan kuty itu, namun nafsunya yg telah terangsang itu menjadikannya lemah. kuty kemudiannya mengucup bibir cikgu norhayati yg bersalut lipstik merah hati itu. dihisapnya bibir cikgu norhayati dengan penuh nafsu sambil sesekali menjulurkan lidahnya kedalam mulut cikgu norhayati lalu menjilat2 lidah cikgu norhayati. kuty kemudian memegang pipi cikgu norhayati agar mulutnya terbuka lalu meludahkan air liurnya kedalam mulut cikgu norhayati. terasa payau air liur kuty yg kuat merokok itu. cikgu norhayati terpaksa menelan air liur kuty itu kerana mulutnya telah ditekup ole tangan kuty yg kasar berbulu itu. ramu hanya menjeling dari cermin belakang sambil tersenyum kerana dia tahu kuty sememangnya gemarkan seks yang agak kotor.
kemudian tangan kuty mula menyeluk kebawah baju kebaya cikgu norhayati lalu meramas2 kedua buah dada cikgu norhayati bergilir2. kemudian kuty menyeluk pula kain yg dipakai cikgu norhayati lalu menjolok2 lubang pantat cikgu norhayati dengan 2 batang jarinya. terangkat2 tubuh cikgu norhayati apabila pantatnya dijolok begitu. kuty meraih tangan cikgu norhayati yg lembut itu lalu digosokkan ke batangnya yg telah tegang didalam seluarnya. kuty kemudian membuka zip seluarnya untuk mengeluarkan batangnya itu. tangan cikgu norhayati lalu mengenggam batang kuty yg besar itu sambil melancapkannya sekali. perlahan2 badan cikgu norhayati dijatuhkan oleh kuty hinggakan muka cikgu norhayati berada betul2 dihadapan batangnya yg keras seperti besi itu. jari2 kuty masih terus dengan tugasnya mengorek2 lubang pantat cikgu norhayati. tangan kuty sudah basah kerana air pantat cikgu norhayati telah keluar dengan banyak sekali. cikgu norhayati yg telah terlalu ghairah itu telah lupa diri sekarang. cikgu norhayati terus mengulum batang kuty yg tidak bersunat itu dengan lahapnya. ramu melihat satu pemandangan yg sungguh indah di tempat duduk belakang kereta yg dipandunya itu. cikgu norhayati dengan kain yg terselak sedang menghisap batang kuty sambil jari2 kuty menjolok2 lubang pantatnya yg sempit itu. tudung wardina di kepala cikgu norhayati telah senget akibat terlalu laju cikgu norhayati menghisap batang kuty.
kuty dengan ganasnya menolak badan cikgu norhayati hingga terbaring lalu mengangkangkan kaki cikgu norhayati seluas-luasnya. kuty terus menjilat sambil menyonyot biji kelentit cikgu norhayati yg telah becak itu. kereta yg dipandu ramu itu berhenti di lampu merah. sebuah motorsikal juga berhenti disebelah kereta mereka.
rupa-rupanya penunggang motor itu adalah cikgu zam. cikgu zam adalah guru yg mengajar di sekolah cikgu norhayati juga. alangkah terkejutnya cikgu zam melihat keadaan cikgu norhayati yg terkangkang di tempat duduk belakang kereta itu sambil seorang lelaki india menjilat2 lubang pantatnya. setahu cikgu zam, cikgu norhayati adalah seorang perempuan yg sopan, lebih2 lagi cikgu norhayati juga telah bersuami. keras batang pelir cikgu melihat pantat cikgu norhayati yg tembam itu. memang cikgu zam juga telah lama geramkan pantat cikgu norhayati, tapi memikirkan cikgu norhayati telah bersuami, maka dia pun mendiamkan diri sahaja. namun apa yg telah dilihatnya pagi ini telah merubah pandangannya terhadap cikgu norhayati yg ayu dan sopan itu.
lampu bertukar hijau. kereta itu pun bergerak laju meninggalkan motor cikgu zam.
telah beberapa kali cikgu norhayati klimaks hari ini. badan cikgu norhayati juga telah lembik dikerjakan oleh kuty. muka dan mulut cikgu norhayati comot dipenuhi tompokkan air mani kuty. begitu juga dengan lubang pantatnya. kelihatan cecair putih pekat meleleh keluar dari pantat dan juga dubur cikgu norhayati. nyatalah cikgu norhayati telah dikerjakan sepuasnya oleh kuty dan ramu. rupa-rupanya mereka berdua telah selesai melepaskan segala nafsu mereka ke segenap penjuru tubuh cikgu norhayati. mereka sama2 membetulkan pakaian cikgu norhayati lalu menghantar cikgu norhayati ke sekolah dimana cikgu norhayati mengajar. perlahan2 cikgu norhayati turun dari kereta lalu berjalan ke dalam kawasan sekolah. masih terasa air mani kuty dan ramu mengalir dari celahan pantat dan juga duburnya. cikgu zam memerhati langkah cikgu norhayati dengan penuh makna...
--------------------
Hari itu cikgu hayati meneruskan pelajaran seperti biasa walaupun pantatnya masih di penuhi dengan air mani kuty dan ramu yang telah melanyaknya di dalam kereta sepanjang perjalanan ke sekolah. Cikgu Hayati tidak sempat ke tandas memandangkan dia tiba lambat di sekolah akibat di lanyak. Sebenarnya cikgu hayati masih lagi dalam pengaruh pil itu.. Pantat nya terkemut2 menahan gelodah nafsu yang masih terbendung. Dalam pada itu cikgu zam masih lagi tidak percaya dengan apa yang baru sahaja di lihatnya dalam perjalanan ke sekolah tadi. Pandangannya pada cikgu hayati telah berubah dan dia juga ingin menikmati tubuh mungil cikgu hayati yang telah lama di idamkan.
Dia terus memikirkan cara bagaimana hendak meratah tubuh cikgu hayati itu.. tiba2 cikgu zam melakarkan senyuman penuh makna di bibirnya. Cikgu zam sudah berumur 45 tahun seorang yang gemuk dan merupakan cikgu kaunseling di sekolah tempat cikgu hayati mengajar dan biliknya terletak di hujung blok dan tempat itu memang jarang dilalui orang kecuali apabila ada pelajar yang ingin mendapatkan bantuannya.."hari ini aku akan dapat merasa tubuh kau yati" getus hati cikgu zam. Dia telah mendapat cara bagaimana dia akan dapat meratah tubuh cikgu hayati yang sudah lama di idamkan itu.
"Azman ke sini sebentar" cikgu zam memanggil seorang anak muridnya yang melalui di hadapan blok di tempat biliknya berada."ada apa cikgu?"Tanya Azman."Hmm sampaikan pesanan pada cikgu hayati, minta dia datang berjumpa dengan saya pada jam dua di bilik saya.katakan pada dia ada hal penting yang perlu dibincangkan." Pesan cikgu zam. Azman terus mencari cikgu hayati dan menyampaikan pesanan cikgu zam itu tadi. "apa pula yang orang tua tu nak ni?"getus hati cikgu hayati. Dia yang baru pulih dari penangan pil peransang itu masih lagi terkejut dengan kejadian yang menimpa dirinya tadi. Tepat jam dua cikgu hayati berjalan seorang diri ke bilik cikgu zam sementara pelajar-pelajar sedang sibuk meninggalkan sekolah kerana telah tamat waktu belajar. Sudah tentu tidak ada orang lagi di sekolah memandangkan semua pelajar sudah pulang ke rumah masing². Cikgu hayati mengetuk pintu bilik cikgu zam dan terdengar suara dari dalam menyuruhnya masuk. Setelah cikgu hayati masuk ke dalam bilik cikgu zam dia tidak melihat cikgu zam di mana-mana dan tiba² pintu ditutup dan dikunci dari dalam. Cikgu hayati berpusing dan melihat cikgu zam mengunci pintu tersebut dan menyimpan kunci di dalam seluarnya. "Eh apa ni cikgu? Kenapa kunci pintu tu?" Tanya cikgu hayati dengan ketakutan. "haha awak jangan risau saya ada perkara penting nak di bincangkan dengan awak." Kata cikgu zam. Belum sempat cikgu hayati bersuara, cikgu zam terus memeluknya dan meraba seluruh badannya. Cikgu hayati menolak cikgu zam dengan kuat hingga menyebabkan cikgu zam tersandar ke dinding. "Apa yang cikgu buat ni?saya akan adukan ke pihak sekolah dan pihak polis!" marah cikgu hayati pada cikgu zam.
Cikgu zam hanya tersenyum.."cakaplah saya tak kisah,saya akan beritahu suami kamu tentang perkara pagi tadi." Ugut cikgu zam. Cikgu hayati terkejut dan tertanya² bagaimana cikgu zam tahu tentang perkara itu. "bagaimana cikgu tahu tentang hal pagi tadi?" Tanya cikgu hayati.."saya tenampak ketika dalam perjalanan ke sekolah tadi.Jadi kalau awak tak mahu perkara ini sampai ke pengetahuan suami awak,awak mesti ikut cakap saya hahahahaha!!" Ujar cikgu zam. Meleleh air mata ckgu hayati mendengar kata² cikgu zam itu. Dia terduduk di kerusi di hadapan cikgu zam dan nyata dia tidak dapat berbuat apa² dan hanya menyerahkan pada keadaan. Cikgu zam maju menuju ke arah cikgu hayati dan memegang buah dada cikgu hayati dari luar. "wah besarnya buah dada awak..keras batang saya di buatnya berapa saiz buah dada awak ni yer?" Tanya cikgu zam. Kemerah-merahan wajah cikgu hayati apabila di ajukan pertanyaan seperti itu dan hanya mendiamkan diri. Lalu cikgu zam menengkingnya. "kalau kau xnak aku bagitahu suami kau baik kau ikut saja kata aku!" terkejut cikgu hayati apabila ditenking sbegitu dan dengan suara yang lemah dan tersedu² dia menjawab 36C. "hahaha…besarnya!"cikgu zam memuji dan dengan rakus menanggalkan butang kebaya cikgu hayati dan terserlah lah dua gunung idaman bersalut bra hitam menjadi tatapan mata cikgu zam. Cikgu zam meramas² dengan kasar dan kuat sehingga cikgu hayati mengeluh diperlakukan begitu. Cikgu zam kemudia menyingkap bra hitam cikgu hayati dan tersembullah dua gunung pejal itu. Putting berwarna pink itu sangat menarik perhatian cikgu zam "wah beruntungnya suami kamu ya dapat putting pink mcm kamu ni. Tapi hari ini aku pulak lah yang merasanya hahaha!!"ketawa cikgu zam. Tetek putih dan besar lagi pejal itu di ramas dan dijilat cikgu zam seperti bayi yang menyusu ibunya. Basah dibuatnya tetek cikgu hayati. Sementara itu cikgu hayati mula merasakan sensasi akibat dihisap sebegitu. Jemari kasar cikgu zam yang tua itu menaikkan lagi nafsu nya dan semakin lama putingnya makin mengeras.pantatnya mula mengeluarkan air dengan banyak.
Tangan cikgu zam mula menjalar turun ke bawah dengan perlahan-lahan…cikgu hayati cuba menahannya tapi apalah yang ada pada kekuatan seorang perempuan berbanding lelaki yang lebih besar dan tua dari nya maka dia hanya membiarkan saja cikgu zam membuat apa saja pada dirinya. "wah dah basah rupanya haha." Cikgu zam ketawa gembira. "hari ni aku akan ratah kau secukupnya." Kata hati kecil cikgu zam. Dia begitu gembira kerana dapat ikan baru yang muda. Jari kasar cikgu zam meramas² pantat cikgu hayati yang tidak berbulu dan dicukur rapi itu. Cikgu hayati mula mengeluarkan bunyi teransang. "Aaahh..aahhh…tolonglah cikgu, jangan buat saya mcm ni,saya dah bersuami." Rayu cikgu hayati. Namun rayuannya hanya sia² malah cikgu zam memasukkan dua jarinya ke dalam pantat cikgu hayati. "aaaaahhhhhh…." Terangkat punggung cikgu hayati bila dua jari kasar besar itu masuk ke dalam pantat nya. Cikgu zam mengangkat cikgu hayati dan meletakkannya di atas mejanya dan mengangkangkan kaki cikgu hayati. Merah muka cikgu hayati diperlakukan begitu.wajahnya yang putih menampakkan lagi kemerahan di raut wajahnya. Cikgu zam menanggalkan seluar dalam hitam cikgu hayati "waahh cantiknya pantat kamu yati..beruntungnya aku hari ni!" cikgu zam trus menyembamkan mukanya ke pantat cikgu hayati yang masih berkebaya dan bertudung itu. Cikgu zam menjilat dan menghisap pantat dan menggigit bibir pantat cikgu hayati. Terjerit kecil cikgu hayati dan mendesah dengan suara yang mengghairahkan. Ternyata kini dia sudah karam oleh nafsu dan mula menekan kepala cikgu zam kearah pantatnya. Melihatkan keadaan itu cikgu zam seolah2 mendapat lampu hijau dan meneruskan aktiviti nya dengan rakus. "aaaahh … aahhhh…a aaahh.." hanya itu yang keluar dari mulut cikgu hayati.
Tiba² cikgu zam berdiri dan membuka zip seluarnya. "kemari,keluarkan hadiah untuk kau hari ini." Arah cikgu zam pada cikgu hayati. Seperti lembu yang diikat pada hidungnya cikgu hayati menurut kata cikgu zam dan mengeluarkan batang cikgu zam. Hampir tergelak cikgu hayati bila melihatkan batang cikgu zam yang kecil comel, tapi sudah menegang dengan kerasnya. Tanpa sempat cikgu hayati bersuara, cikgu zam terus menekan kepala cikgu hayati ke batangnya dan menuruh cikgu hayati menghisap batangnya. Cikgu hayati hanya menurut kata cikgu zam. Dengan bertudung cikgu hayati menjilat dan menghisap seluruh batang cikgu zam. Oleh kerana batang cikgu zam agak kecil dia dapat memasukkan seluruh batang cikgu zam ke dalam mulutnya. Cikgu zam semakin ghairah melihat tindakan cikgu hayati yang masih bertudung wardina itu menghisap batangnya, bibir mungil merah merekah cikgu hayati benar² menaikkan nafsunya. Tangan cikgu zam tidak henti² meramas dua gunung pejal yang kenyal milik cikgu hayati. Dia sungguh bangga kerana impiannya tercapai, telah lama air mani itu bertakung di dalam kantungnya dan hari ini dia akan melampiaskan nya dengan sepuas-puasnya. Sambil memegang kepala cikgu hayati, cikgu zam mengasakkan batangnya ke dalam mulut cikgu hayati. Hampir termuntah cikgu hayati bila batang cikgu zam mengenai anak tekaknya. Cikgu zam nampak asyik dengan batangnya di dalam bibir mungil cikgu hayati. Dalam pada itu ada sepasang mata yang sedang memerhatikan perbuatan terkutuk mereka. Rupa²nya ia adalah Pak Abu iaitu pekebun sekolah tempat cikgu hayati bekerja. Dia berumur 65 tahun dan sudah bercucu seramai 15 orang. Dia terdengar bunyi bising ketika melalui kawasan blok itu dan cuba menyiasat apa yang sedang berlaku dan seterusnya melihat pemandangan yang mengghairahkan itu. Dia amat terperanjat dengan apa yang dilihatnya tapi kemudian hanya tersenyum dan melihat sahaja kedua-dua orang itu bersetubuh. Batangnya sendiri yang telah lama tersimpan mula mengeras dan merembeskan cecair putih jernih dari kepala takuknya. Dengan mengurut² batangnya yang sudah keras itu dia terus melihat dengan penuh minat.
Sementara itu, setelah puas cikgu zam berhenti dan mendirikan cikgu hayati lalu mencium bibir cikgu hayati dan menghisap lidah cikgu hayati sepuas-puasnya. Cikgu hayati yang karam dalam permainan itu hanya membalasnya dengan ghairah kerana aksi pagi tadi turut menaikkan syahwatnya. Dengan sebelah tangan lagi cikgu zam mengorek² pantat cikgu hayati dengan kasar dan menjoloknya dalam². Tiba² cikgu hayati mengeluh dan memeluk cikgu zam dengan rapat. Rupa²nya cikgu hayati telah klimaks untuk kali pertama. Setelah reda, cikgu zam berkata " sekarang giliran aku pula haha". Cikgu meletakkan cikgu hayati ke atas meja dan mengangkangkan kaki cikgu hayati dan memasukkan batangnya ke dalam pantat cikgu hayati. Maka bermula lah aksi sorong tarik. Tidak susah untuk memasukkan batangnya kedalam pantat cikgu hayati kerana cikgu hayati baru saja di lanyak oleh kuty dan ramu yang berbatang lebih besar darinya. Dengan laju cikgu zam menyorong tarik batangnya keluar masuk dari pantat cikgu hayati yang penuh dengan air mazinya dan air mani ramu dan kuty tadi. "aaahh….ahhhhh,,,aaaahhh!!" cikgu hayati mengerang mengikut rentak sorong tarik cikgu zam dan tiba2 cikgu hayati mengepit dengan erat pinggang cikgu zam menggunakan kedua belah kakinya tanda . Kemudian cikgu zam menunggingkan cikgu hayati dan memasukkan batangnya dari arah belakang. Cikgu hayati makin khayal nyatalah dia juga menikmati permainan ini walaupun pada awlnya dia tidak rela. "hebat jugak orang tua ni" getus hati kecil cikgu hayati.. tiba² cikgu zam mengeluarkan batangnya dan memasukkan batangnya ke dalam lubang dubur cikgu hayati. Terjerit cikgu hayati apabila cikgu zam memasukkan batangnya ke dalam lubang duburnya. "aaahh ketatnya lubang dubur kamu yati" kata cikgu zam. Cikgu zam dengan ganaznya menala dubur cikgu zam semakin lama semakin laju dan tiba² cikgu zam memusingkan badan cikgu hayati dan memancutkan air maninya dengan banyak ke muka cikgu hayati.
Terjelepuk cikgu hayati ke lantai akibat keletihan yang amat. Sudah lah pagi tadi dia dilanyak dek ramu dan kuty petang pula dia di lanyak oleh cikgu zam. Kakinya dah terasa lemah longlai dan dia merasakan amat penat. Cikgu hayati mengelap mukanya dengan tisu yang ada di atas meja cikgu zam dan 5 minit selepas itu barulah dia sedar tentang apa yang telah terjadi. Air matanya meleleh lagi kerana dia telah di perkosa oleh cikgu zam dan buat kali ketiga hari ini oleh lelaki yang bukan suaminya. Pak Abu yang sedari tadi melihat perlakuan itu cepat² meninggalkan tempat itu dengan hati yang gembira. Entah apa yang ada dalam kepala orang tua itu pon xtahu lah. Cikgu hayati membersihkan mukanya dan bersiap² untuk balik ke rumahnya kerana dia sudah tidak tahan dengan apa yang telah berlaku. Dengan perasaan marah dia berkata kepada cikgu zam "sampai hati cikgu buat saya begini…tapi tolonglah jangan beritahu pada suami saya tentang apa yang telah berlaku. Cikgu zam hanya tersenyum memandang cikgu hayati. "Baiklah tapi cikgu yati kena ikut segala kata saya. Bila saya mahukan awak, awak kena turuti kata saya faham!?" balas cikgu zam.
Cikgu hayati terperanjat mendengar apa yang dikatakan oleh cikgu zam dan hanya mengangguk perlahan kerana dia tidak mempunyai pilihan lain selain dari menurut segala kata cikgu zam demi menyelamatkan rumah tangganya. "tua kutuk! Jahanam kau!" jerit hati kecil cikgu hayati dan kemudian cikgu hayati bergegas keluar dari bilik cikgu zam dengan tergesa² dan berharap tidak ada orang yang nampak kejadian itu. Kini pantatnya bertambah lecak dengan air maninya dan tiga orang lelaki yang berlainan yang dapat merasa keenakan tubuhnya. Air matanya hanya mengalir laju mengenangkan nasib malangnya namun dia tahu yang dia tidak dapat berbuat apa².
Cikgu norhayati adalah seorang guru di sebuah sekolah menengah di bandar t. cikgu norhayati berumur 24 tahun dan telahpun mendirikan rumahtangga. suaminya berumur 27 tahun dan bekerja sebagai pegawai bank.
cikgu norhayati mempunyai bentuk badan yg boleh dikatakan menarik. buah dadanya pejal dan tajam. punggungnya pula lentik. rambut cikgu norhayati adalah separas bahu sahaja. cikgu norhayati dan suaminya masih belum mempunyai anak. mereka baru 2 thn mendirikan rumahtangga. ramai juga lelaki yg tertarik dengan cikgu norhayati, tapi cikgu norhayati langsung tak layan memandangkan dia sudah bersuami.
cikgu norhayati selalu memakai baju kurung sutera bila keluar mengajar. cikgu norhayati juga bertudung. mereka tinggal di sebuah kawasan perumahan. inilah antara kisah2 yg terjadi pada cikgu norhayati semasa mereka tinggal di kawasan perumahan tersebut.
petang itu setelah pulang dari mengajar, seperti biasa cikgu norhayati menunggu suaminya untuk datang menjemputnya pulang kerumah. tiba2 hp cikgu norhayati berbunyi. rupanya hari itu suaminya tidak dapat menjemputnya pulang kerana terpaksa bekerja overtime. terpaksalah cikgu norhayati menunggu teksi untuk pulang hari tu.
sedang cikgu norhayati menunggu teksi itu, sebuah van berhenti didepan cikgu norhayati. rupanya pemandu van itu adalah abg mat, jiran sebelah rumah mereka. abg mat berumur 40 thn dan telah berkahwin serta mempunyai 5 org anak.
"eh cikgu, nak kemana ni? marilah abg mat tumpangkan" ucap abg mat kepada cikgu norhayati.
"tak apalah abg mat,biar saya tunggu teksi ajer. nanti menyusahkan abg mat pula" balas cikgu norhayati.
"eh susah apanya pula, marilah. lagipun susah nak dapat teksi waktu begini" ucap abg mat lagi.
cikgu norhayati pun berfikir sejenak lalu bersetuju menerima pelawaan abg mat. sepanjang perjalanan mereka byk mendiamkan diri sahaja. cikgu norhayati lebih suka melihat pemandangan sepanjang jalan.
tapi lain pula yg bermain di fikiran abg mat. mata abg mat asyik menjeling ke arah buah dada dan paha cikgu norhayati sahaja. cikgu norhayati langsung tidak menyedari perbuatan abg mat itu. abg mat sebenarnya telah lama mengidamkan tubuh cikgu norhayati. nampaknya hari ini dia bertuah kerana dia akan mendapat tubuh yg telah lama dihajatkanya itu. kepala abg mat mula memikirkan rancangan jahat untuk meratah tubuh cikgu norhayati pada hari itu.
"hehe,siaplah kau sekejap lagi,aku akan jadikan kau hamba nafsuku" bisik hati abg mat.
"cikgu, kita singgah dikedai N kejap yer, sebab org rumah abg mat pesan suruh beli gula" kata abg mat.
cikgu norhayati hanya menganggukkan kepala bersetuju dengan abg mat. lagi pun dia yg menumpang van abg mat hari tu. apa salahnya fikir cikgu norhayati.
"cikgu tunggu sini kejap yer,saya nak pergi beli sekarang".
"baiklah" jawab cikgu norhayati pendek.
abg mat sebenarnya bukan turun untuk membeli gula, tetapi membeli pil perangsang untuk melaksanakan rancangan jahatnya pada cikgu norhayati. setelah selesai membeli pil perangsang, abg mat membeli pula 2 botol air oren. dia memasukkan beberapa biji pil perangsang kedalam air oren untuk cikgu norhayati. abg mat pun kembali semula kedalam van.
"nah cikgu, minum dulu. gula dah habis pula kat kedai ni. terpaksa kita pergi ke kedai yg jauh sikit tu" ucap abg mat sambil menghulurkan botol air oren yg telah dicampur dengan ubat perangsang itu tadi.
cikgu norhayati mengambil botol air oren itu sambil mengucapkan terima kasih. memang dia dahaga sejak lama menanti teksi tadi. air oren didalam botol terus disedut hingga separuh. abg mat tersenyum sinis bila melihat air oren itu diminum hingga separuh. abg mat pasti sekejap lagi dia akan mendapat tubuh cikgu norhayati.
abg mat pun meneruskan perjalanan. dia sengaja mengambil jalan pintas melalui ladang kelapa sawit kerana jalan itu jarang digunakan oleh org ramai. nanti mudahlah untuk dia mengerjakan tubuh cikgu norhayati.
setelah 5 minit, cikgu norhayati mula merasakan badannya panas. dia merasa kepalanya khayal. semakin lama semakin kuat perasaan ghairah yg memuncak dalam dirinya. cikgu norhayati mula tak senang duduk. abg mat perasan akan perubahan cikgu norhayati. hatinya melonjak gembira. cikgu norhayati merasakan pantatnya telah berair. seluar dalamnya juga telah dirasakan lembab.
abg mat membelok masuk ke sebuah lorong. cikgu norhayati langsung tidak menyedari dimana dia berada sekarang kerana dirinya telah dikuasai perasaan ghairah yg teramat sangat. abg mat pun memberhentikan vannya. dia mengeluarkan perakam video mini dari belakang vannya lalu menekan butang 'record'.
abg mat terus menjatuhkan tempat duduk cikgu norhayati lalu dengan rakusnya menerkam lalu mengulum lidah cikgu norhayati. cikgu norhayati terkejut dengan perbuatan abg mat itu, tapi dia sendiri sudah tak berdaya untuk menghalang perbuatan abg mat terhadap dirinya itu. hatinya meronta2 supaya abg mat menghentikan perbuatannya itu, namun tubuh badannya seakan2 menerima segalanya kerana kesan ubat perangsang yg telah meresap kedalam badannya.
abg mat terus menghisap lidah cikgu norhayati dengan rakus sekali hinggakan meleleh2 air liur cikgu norhayati di celah2 bibir mereka yg saling bertautan itu. kedua belah tangan abg mat meramas2 buah dada cikgu norhayati yg pejal itu dengan semahunya. memang dia telah lama mengidamkan buah dada cikgu norhayati itu. cikgu norhayati merengek2 lemah apabila buah dadanya dirangsang sebegitu rupa oleh abg mat. baju kurung cikgu norhayati pun disingkap perlahan oleh abg mat. bra cikgu norhayati terus ditarik oleh abg mat lalu tersembullah buah dada cikgu norhayati yg mekar itu.
abg mat terus mengentel2 puting cikgu norhayati yg berwarna coklat muda itu. sebelah digentel, sebelah lagi dihisap, dijilat dan digigit oleh abg mat. inilah kali pertama buah dada cikgu norhayati dinikmati lelaki lain selain suami tersayang. cikgu norhayati merayu agar abg mat menghentikan perbuatannya itu namun langsung tidak diendahkan oleh abg mat.
setelah puas menikmati buah dada cikgu norhayati, abg mat pun menyingkap kain baju kurung cikgu norhayati dan melondehkan seluar dalam cikgu norhayati. jari2 abg mat yg kasar itu terus menjolok2 kedalam lubang pantat cikgu norhayati. semakin kuatlah rengekkan cikgu norhayati kedengaran. abg mat melajukan jolokkan jarinya ke pantat cikgu norhayati. beberapa ketika kemudian badan cikgu norhayati pun mengejang. cikgu norhayati telah klimaks. air dari pantat cikgu norhayati begitu banyak hinggakan basah tempat duduk van abg mat. air pantat cikgu norhayati yg melekat di jari abg mat disuakan kemulut cikgu norhayati. cikgu norhayati terpaksa menghisap jari abg mat yg dipenuhi air pantatnya sendiri.
abg mat pun membuka zip seluarnya, lalu keluarlah batang abg mat yg hitam lagi gemuk itu. terkejut cikgu norhayati melihat batang abg mat kerana batang suaminya pun tak sebesar itu. abg mat terus menarik kepala cikgu norhayati dengan kasar lalu disumbatkan batangnya yg tegang itu kedalam mulut cikgu norhayati. cikgu norhayati terpaksa membuka mulutnya luas2 supaya batang abg mat itu dapat masuk kedalam mulutnya yg kecil comel itu. setelah 10 minit cikgu norhayati melakukan blow-job ke batang abg mat, abg mat pun klimaks. 5-6 das pancutan padu air mani abg mat kedalam mulut serta muka cikgu norhayati. tersedak cikgu norhayati kerana tertelan air mani abg mat. air mani abg mat mengalir membasahi tudung cikgu norhayati yg telah sengat semasa cikgu norhayati tunduk melakukan blow-job itu tadi.
abg mat tersenyum puas kerana telah berjaya menodai kesucian diri cikgu norhayati yg telah menjadi isteri org itu.abg mat ingin meneruskan lagi perbuatan sumbangnya itu tapi cikgu norhayati memujuk kerana hari telah malam dan sekejap lagi pasti suaminya pulang. tentu suaminya risau sekiranya dia tiada dirumah. abg mat setuju tapi dengan syarat cikgu norhayati mesti sedia melayani nafsunya bila2 masa saja. kalau tidak pita rakaman aksi cikgu norhayati sedang menghisap batang abg mat itu akan diserahkan kepada suaminya. cikgu norhayati terpaksa bersetuju dengan syarat abg mat itu dengan berat hati sekali.
abg mat pun memandu van mereka pulang ke kawasan perumahan mereka. puas hati abg mat. cikgu norhayati pula serba salah dengan wajah yg dipenuhi tompokkan air mani abg mat yg telah kering...
--------------------
Setelah kejadian di ladang kelapa sawit hari itu, cikgu norhayati cuba untuk mengelak dari bertemu dengan abg mat, jirannya itu. apabila waktu ptg, semasa suami cikgu norhayati membasuh kereta, memang abg mat sengaja datang ke tepi pagar mereka lalu berbual2 dengan suami cikgu norhayati. melihat kehadiran abg mat itu, cikgu norhayati terus masuk kedalam rumah. sumai cikgu norhayati tidak mengesyaki apa2 walaupun abg mat telah berjaya menikmati tubuh isterinya itu. tetapi, lama kelamaan suami cikgu norhayati berasa aneh juga kerana setiap kali abg mat datang berbual, pasti cikgu norhayati akan masuk kedalam rumah. suami cikgu norhayati bimbang sekiranya perbuatan cikgu norhayati itu menyebabkan jiran mereka itu berkecil hati.
hinggalah pada suatu ptg, suami cikgu norhayati menjemput abg mat untuk makan malam dirumah mereka kerana isteri abg mat pulang ke kampung. yang tinggal hanya abg mat dengan 5 org anaknya sahaja. abg mat apa lagi, dengan senang hati menerima pelawaan suami cikgu norhayati. didalam kepalanya mula memikirkan apa yg bakal dilakukan pada cikgu norhayati dirumah cikgu norhayati sendiri malam nanti.
"abg dah pelawa abg mat untuk makan malam bersama kita malam ni, kesian dia , isteri dia balik kampung, takde org nak masak untuk dia" kata suami cikgu norhayati.
hati cikgu norhayati berdebar apabila memikirkan bahawa mereka akan makan semeja malam nanti. namun begitu hati cikgu norhayati lega juga kerana dia memikirkan bahawa suaminya juga ada bersama mereka, takkan abg mat dapat melakukan apa2 kepadanya.
malam itu tepat jam 9 malam, abg mat pun datang dengan 5 orang anaknya. suami cikgu norhayati menyambut mereka dengan gembira tanpa menyedari abg mat mempunyai niat serong terhadap isterinya itu. sementara menunggu cikgu norhayati menghidangkan makanan, mereka berbual2 dahulu sambil menonton tv. anak2 abg mat semuanya kelihatan begitu mesra dengan suami cikgu norhayati. anak abg mat yg sulung berumur 19 tahun, manakala yg paling kecil sekali berumur 13 tahun.
mata abg mat menjeling2 kearah dapur untuk melihat tubuh cikgu norhayati. malam itu cikgu norhayati memakai baju kebaya ketat berwarna hijau muda. cikgu norhayati juga mengenakan tudung hijau agar padan dengan kebayanya. abg mat menelan air liur apabila melihat punggung cikgu norhayati yg padat disebalik kain kebayanya yg ketat itu. cikgu norhayati perasan yg mata abg mat selalu memandang kearah buah dada dan juga pantatnya malam itu, tapi cikgu norhayati buat tak tahu sahaja kerana dia yakin abg mat takkan berani melakukan apa2 terhadapnya kerana suaminya ada bersama.
waktu makan pun tiba. suami cikgu norhayati makan sambil berbual mesra dengan abg mat serta anak-anaknya. cikgu norhayati pula lebih byk mendiamkan diri dari turut serta dalam perbualan mereka. sedang mereka menikmati makan malam itu, tiba2 anak abg mat yg berumur 13 tahun itu dengan tidak sengaja telah terlanggar gelas minumannya. air yg tertumpah dari gelas itu mengalir lalu mengenai kain kebaya cikgu norhayati. habis basah kain cikgu norhayati terkena air oren.
abg mat segera menunjukkan sikap baiknya pada suami cikgu norhayati dengan meminta maaf berkali2 atas kesalahan anaknnya itu. suami cikgu norhayati berkata tak mengapalah kerana dia bukan sengaja. cikgu norhayati pun meminta diri untuk kedapur kerana ingin membersihkan kainnya yg basah itu. mata abg mat memerhatikan setiap ayunan punggung cikgu norhayati sewaktu cikgu norhayati melangkah menuju ke dapur.
"eh tiba2 perut saya ni buat hal pula, boleh saya gunakan tandas sekejap?" tiba2 sahaja abg mat bersuara kepada suami cikgu norhayati.
"boleh,apa salahnya, tandas dibelakang, masuk terus kedapur dan pintu yg paling tepi sekali" balas suami cikgu norhayati.
abg mat terus bangun menuju kedapur dengan rancangannya untuk menjamah tubuh cikgu norhayati lagi.
didapur pula, cikgu norhayati sedang mengelap kain kebayanya yg telah dibasahi air oren itu. habis bahagian pahanya bertompok2 kerana kesan air oren itu. cikgu norhayati tidak menyedari yg abg mat telah berdiri dibelakangnya. dengan tiba2 tangan abg mat yg kasar itu memeluk cikgu norhayati dari belakang sambil meramas2 buah dada cikgu norhayati dengan kuatnya.
cikgu norhayati tergamam dengan perbuatan abg mat itu. cikgu norhayati membuka mulut untuk menjerit, tapi dengan pantasnya tangan abg mat mencekup mulut cikgu norhayati.
"kalau cikgu nak suami cikgu tahu tentang apa yg telah kita lakukan di ladang hari tu, cikgu jeritlah. saya tak kisah, yang rugi cikgu, bukan saya, hehehehe..." ugut abg mat pada telinga cikgu norhayati. "kalau cikgu nak rahsia cikgu selamat, lebih baik cikgu ikut saja cakap saya" kata abg mat lagi.
tangan abg mat terus memerah dan meramas buah dada cikgu norhayati. perlahan2 abg mat melepaskan cengkaman tangannya dari mulut cikgu norhayati setelah dia yakin cikgu norhayati tidak akan cuba menjerit lagi. air mata cikgu norhayati mengalir kerana dia bimbang sekiranya suaminya akan masuk kedapur dan melihat dirinya yg sedang digomoli oleh abg mat itu.
"tak guna cikgu menangis, baik cikgu berikan kerjasama, nanti cikgu pun akan merasa puas juga" kata abg mat lagi sambil menekankan batangnya yg telah keras didalam seluarnya itu ke alur punggung cikgu norhayati.
tangan abg mat kini telah membuka 2 butang atas baju kebaya ketat milik cikgu norhayati. tangannya terus menyusup kedalam bra cikgu norhayati lalu memicit2 puting buah dada cikgu norhayati. cikgu norhayati menjadi terangsang apabila puting buah dadanya itu dpicit2 kuat oleh abg mat. perlahan2 mulut cikgu norhayati mengeluh kenikmatan. abg mat tersenyum kerana dia tahu cikgu norhayati sudah mula memberikan kerjasama kepadanya. dia juga akan pastikan yg cikgu norhayati akan terus menjadi hamba nafsunya.
sekarang tangan abg mat telah beralih ke arah pantat cikgu norhayati pula. abg mat menggosok2 pantat cikgu norhayati dari luar kainnya. semakin lama, semakin laju gosokkan tangan abg mat. cikgu norhayati mula merasakan lubang pantatnya telah mulai basah. setelah puas, abg mat membuka zip kain kebaya ketat cikgu norhayati. zip itu terletak di bahagian punggung. tangan abg mat dengan pantas menyusup masuk kedalam kain cikgu norhayati lalu mengorek2 lubang pantat cikgu norhayati dengan 2 batang jarinya. diputar-putarkan jarinya itu hingga menyebabkan terangkat2 punggung cikgu norhayati menahan nikmat.
setelah abg mat melihat cikgu norhayati hampir klimaks, dia mencabut jarinya lalu membuka zip seluarnya.abg mat menyuruh cikgu norhayati agar melakukan blow-job lagi ke batangnya itu. perlahan2 cikgu norhayati yg sudah terlalu ghairah itu melutut didepan abg mat lalu menghisap batang abg mat perlahan2. abg mat mengocok2 batangnya kemulut cikgu norhayati. setelah 10 minit cikgu norhayati melakukan blow-job ke batang abg mat itu, abg mat pun klimaks. beberapa das pancutan air mani yg dilepaskan oleh abg mat itu semuanya memasuki mulut cikgu norhayati. kerana terlalu banyak air mani abg mat didalam mulut cikgu norhayati, ada yg meleleh keluar melalui rekahan bibir cikgu norhayati itu.
"sekarang cikgu telan semua air nikmat yg telah saya berikan pada cikgu itu" kata abg mat.
cikgu norhayati menggelengkan kepalanya kerana enggan menelan air mani abg mat yg masin itu.
"kalau cikgu tak telan, nanti saya beri pita rakaman hari tu pada suami cikgu, nak?" ugut abg mat.
terpaksalah cikgu norhayati menelan semua air mani abg mat tu dengan muka yg berkerut menahan loya. abg mat membetulkan seluarnya lalu mengucup dahi cikgu norhayati sambil tersenyum sinis. abg mat sengaja membiarkan cikgu norhayati tidak mencapai klimaks kerana dia ingin menyiksa hamba nafsunya itu. abg mat pun keluar ke ruang makan semula dengan wajah wajah yg ceria.
"hah macam mana? dah lega ker?" tanya suami cikgu norhayati yang masih belum menghabiskan makan malamnya kerana menunggu abg mat yg disangkakan ke tandas itu tadi.
"dah.. selesa sekali rasanya" ucap abg mat. memang dia merasa sangat selesa kerana air maninya yg telah seminggu bertakung itu telah habis disedut oleh cikgu norhayati yg cantik itu.
mereka pun meneruskan makan malam mereka yg terganggu itu. cikgu norhayati setelah membetulkan pakaian serta tudungnnya itu pun keluar ke ruang makan semula dengan wajah yg serba salah. abg mat hanya tersenyum melihat cikgu norhayati.senyuman penuh rahsia yg hanya diketahui oleh dirinya serta cikgu norhayati sahaja. setelah selesai makan malam, abg mat dan anak-anaknya pun pulang.
malam itu suami cikgu norhayati merasakan sedikit aneh kerana apabila dia mengadakan hubungan seks dengan cikgu norhayati, dirasakan pantat cikgu norhayati telah terlalu lencun, seolah2 cikgu norhayati telah beberapa kali di kongkek pantatnya malam itu. cikgu norhayati juga kelihatan amat ghairah melakukan hubungan seks mlm itu. mana tak ghairahnya,cikgu norhayati melepaskan segala nafsunya yg tak sampai semasa diperkosa oleh abg mat di dapur awal tadi. suami cikgu norhayati sedikit pun tidak menyangka sudah 2 kali abg mat itu menjamah tubuh isterinya...
--------------------
Pada suatu petang, semasa cikgu norhayati dan suaminya sedang berehat, mereka tiba2 dikejutkan dengan panggilan dari luar rumah mereka. rupa-rupanya anak abg mat yg berumur 13 tahun itu yang datang. cikgu norhayati segera keluar bertanyakan kenapa anak abg mat itu datang petang2 begini.
"hah kamal, ada apa hal awak datang petang2 begini?" soal cikgu norhayati.
"mak pesan suruh datang rumah malam ni, ada majlis harijadi, cikgu dan suami cikgu pun mak suruh panggil" jawab kamal.
rupa-rupanya kamal adalah anak murid cikgu norhayati di sekolah menengah T. cikgu norhayati berfikir sama ada nak menerima pelawaan tersebut bila tiba2 suaminya mencelah.
"baiklah kamal, malam nanti cikgu norhayati akan hadir..".
cikgu norhayati serba salah kerana suaminya sendiri yang telah bersetuju agar dia pergi ke rumah abg mat malam itu. cikgu norhayati bimbang abg mat akan mengulangi apa yg telah dilakukannya terhadap dirinya dua kali dulu. namun memikirkan isteri abg mat turut ada sama, cikgu norhayati merasakan dirinya akan selamat dari abg mat sekiranya dia sentiasa bersama2 dengan isteri abg mat.
malam itu nasib cikgu norhayati sekali lagi malang apabila suaminya menerima kunjungan sahabat lamanya, maka suami cikgu norhayati tidak dapat turut sama hadir ker majlis di rumah abg mat itu.
"kalau abg tak pergi, yatie pun tak mau pergilah" kata cikgu norhayati pada suaminya.
"isk mana boleh begini, lagipun kita dah setuju untuk pergi. lagipun kalau abg tak pergi malam ni, sekurang-kurangnya yatie hadir mewakili kita berdua, lagipun kalau kawan abg tak datang pun, abg sebenarnya malas nak pergi ke majlis sebegitu." balas suami cikgu norhayati pula. "lagi pun tentu banyak cerita yg abg dan kawan lama abg tu nak bualkan, kami juga mungkin akan keluar nanti" ujar suami cikgu norhayati lagi.
cikgu norhayati tidak dapat berkata apa2 lagi. maka cikgu norhayati pun bersiap2 untuk ke rumah abg mat. cikgu norhayati mengenakan baju kurung sutera berwarna putih dengan tudung hijau.
cikgu norhayati pun keluar menuju ke rumah abg mat dengan perasaan yg berdebar2. sampai dihalaman rumah abg mat cikgu norhayati pun terus memberi salam. tiada jawapan dari dalam rumah itu. cikgu norhayati terus mengetuk pintu rumah abg mat. seketika kemudian jamal, anak sulung abg mat yg berumur 19 tahun itu membuka pintu.
"masuklah cikgu, majlis akan dimulakan sebaik sahaja cikgu sampai" ujar jamal.
cikgu norhayati tersenyum lalu melangkah masuk kedalam rumah abg mat. cikgu norhayati merasa hairan kerana dalam rumah abg mat lampu tidak dipasang. gelap.
"jamal, kenapa tak buka lampu ni?" soal cikgu norhayati.
"kami sengaja tak buka lampu kerana nak buat suprise sikit" jawab jamal.
tiba2 didalam gelap itu cikgu norhayati berasa ada org memegang kedua belah tangannya. cikgu norhayati meronta untuk melepaskan tangannya namun sia2 kerana kedua belah tangannya dicengkam dengan erat sekali. lampu pun dibuka. terkejut bukan kepalang cikgu norhayati kerana mendapati dirinya dikelilingi 4 org remaja lelaki. dua melayu dan dua lagi india. kedua belah tangannya di pegang erat oleh dua org remaja india itu. tiada sebarang tanda berlangsungnya majlis harijadi didalam rumah itu.
"apa yang kamu nak buat ni jamal? adik kamu kata ada majlis harijadi malam ni." sergah cikgu norhayati. cikgu norhayati merasa dirinya telah diperangkap.
"memanglah hari ni harijadi adik saya, semua ahli keluarga saya telah keluar untuk meraikannya" jawab jamal pantas.
"habis,kenapa kamu buat begini" soal cikgu norhayati lagi, cemas.
"haa.. malam ni adalah malam special buat cikgu. kerana malam ni cikgu akan dapat merasa batang org india.. hahahaha.." ketawa jamal.
"berani kamu buat begitu pada saya, nanti saya beritahu pada bapak kamu." ugut cikgu norhayati.
"sebelum cikgu kata apa2, biar saya tunjukkan ini dulu.." balas jamal pantas sambil menekan butang 'play' pada remote control ditangannya.
beberapa ketika kemudian terpampanglah di skrin tv aksi2 cikgu norhayati sedang menghisap batang abg mat, ayah jamal sendiri.
"apa! bagaimana kamu mendapat pita rakaman ini" soal cikgu norhayati gusar.
"haha,saya jumpa pita ni dalam bilik bapak, rupanya bapak dah puas dapat menjilat pantat cikgu ya.. sekarang giliran kami pula." jawab jamal.
"tolonglah jamal, jangan buat saya begini" rayu cikgu norhayati.
"ahh, cikgu mesti layan kami malam ini, kalau tidak kami akan sebarkan salinan pita video ini" ugut jamal.
terdiam cikgu norhayati mendengar ugutan jamal itu.
"kawan2, apa lagi, habuan dah berada depan mata, jom kita kerjakan pantat cikgu yg cantik nie puas2 malam ni" arah jamal.
samy dan muthu pun terus membaringkan cikgu norhayati keatas tlam yg telah tersedia ada di situ. jamal pula terus memasang perakam video kerana dia ingin merakamkan aksi2 cikgu norhayati dikongkek pantatnya oleh 2 org budak india.
samy dan muthu sambil sebelah memegang tangan cikgu norhayati, sebelah lagi tangan mereka terus mengusap2 buah dada cikgu norhayati yg mekar disebalik baju suteranya itu. mula2 mereka mengusap lembut sahaja, tetapi lama kelamaan rabaan dan ramasan mereka menjadi semakin kuat dan ganas. jamal dan atan memerhatikan perbuatan samy dan muthu sambil mengocok2 batang mereka. baju kurung sutera cikgu norhayati disingkap oleh samy lalu samy dengan ganasnya menyonyot puting buah dada cikgu norhayati yg berwarna coklat muda itu. muthu pula dengan cepat menyuakan batangnya ke mulut cikgu norhayati. geli geleman cikgu norhayati kerana terpaksa menghisap batang anak india yg tidak bersunat.
tangannya pula tidak lepas2 dari menguli buah dada cikgu norhayati yg telah tegang kerana dirangsang oleh kedua budak india itu. jamal dan atan pula terus menyelak kain baju kurung cikgu norhayati hingga paras pinggang lalu atan pun terus menanggalkan seluar dalam dan panties yg dipakai oleh cikgu norhayati malam itu. jamal dengan pantas mengangkangkan kaki cikgu norhayati lalu menjilat pantat cikgu norhayati. atan pula mengorek2 lubang dubur cikgu norhayati dengan jarinya.
cikgu norhayati cuba untuk berkata untuk menyuruh mereka berhenti namun mulutnya telah dipenuhi oleh batang muthu yg tidak bersunat itu. seluruh tubuh cikgu norhayati sedang mendapat rangsangan seksual yg paling maksima sekarang. kedua2 puting buah dada cikgu norhayati telah begitu tegang sekarang. pantatnya yg sedang dijilat oleh jamal itu juga telah mengeluarkan banyak cecair nikmat. jamal dengan berseleranya menjilat hingga bersih air yg keluar dari pantat cikgu norhayati itu. cikgu norhayati juga semakin kuat menghisap batang muthu hinggakan terpejam mata muthu menahan nikmat dan geli apabila lidah cikgu norhayati bermain2 di hujung batangnya. beberapa ketika kemudian muthu mengejang lalu memancutkan air maninya ke mulut cikgu norhayati. terlalu banyak air mani muthu hinggakan ianya mengalir keluar melalui celah2 bibir cikgu norhayati.
muthu pun mengeluarkan batangnya dari mulut cikgu norhayati. samy pula dengan panas mengambil alih tempat muthu dengan menyumbatkan batangnya ke mulut cikgu norhayati. belum pun hilang rasa loya cikgu norhayati, terpaksa menghisap batang samy pula.
tubuh cikgu norhayati diangkat oleh atan dan jamal lalu atan pun masuk kebawah badan cikgu norhayati. atan memasukkan batangnya perlahan kedalam lubang dubur cikgu norhayati yg mengemut2 kuat itu. perlahan2 batang atan tenggelam ke dalam lubang dubur cikgu norhayati. suami cikgu norhayati sendiri belum pernah main dengan cikgu norhayati melalui lubang duburnya. jamal juga turut memasukkan batangnya kedalam pantat cikgu norhayati. agak susah juga batang jamal untuk memasuki lubang pantat cikgu norhayati yg masih sempit itu.
"ahh ketatnya lubang pantat cikgu" bisik jamal.
sekarang badan cikgu norhayati berada di tengah2 antara jamal yg sedang menghenjut pantatnya dan atan yg sedang meneroka lubang duburnya. sungguh mengghairahkan sekali, seorang perempuan muda bertudung sedang dihenjut pantat, dubur serta mulutnya. cikgu norhayati sekarang tak ubah bagaikan seorang perempuan sundal yg sentiasa ketagihkan seks. samy pula telah mencapai klimaksnya. tersedak cikgu norhayati kerana terpaksa menelan semua air mani samy yg jauh lebih banyak dari muthu tadi.
muthu yang telah naik kembali nafsunya kini sedang mengigit2 puting cikgu norhayati. cikgu norhayati merayu supaya jangan ditinggalkan sebarang bekas di badannya kerana cikgu norhayati bimbang suaminya akan perasan nanti. jamal semakin laju menghenjut pantat cikgu norhayati. dirasakan batangnya begitu kuat dicengkam oleh lubang pantat cikgu norhayati. beberapa ketika kemudian jamal pun memancutkan air maninya kedalam pantat cikgu norhayati. atan juga telah klimaks, lubang dubur cikgu norhayati begtu ketat menyebabkannya tak dapat bertahan lama. beberapa das pancutan air mani atan memenuhi lubang dubur cikgu norhayati .jamal dan atan pun mencabut batang mereka lalu terbaring keletihan. kelihatan air mani atan dan jamal meleleh keluar melalui lubang pantat dan dubur cikgu norhayati yg basah lencun dengan air nikmat itu.
samy dan muthu pula terus mengerjakan kedua2 lubang yg terdapat di tubuh cikgu norhayati itu. seketika kemudian mereka pun klimaks didalam lubang pantat dan dubur cikgu norhayati. mereka juga terbaring di sebelah cikgu norhayati yang keletihan akibat dikongkek berkali2 oleh 4 org anak muda. cikgu norhayati terbaring dengan baju kurungnya terselak hingga menampakkan kedua2 gunung yg mekar di dadanya itu. kainnya juga terselak hingga paras pinggang menampakkan lubang pantat dan duburnya yg lencun dipenuhi air mani 4 org anak muda. di wajah cikgu norhayati juga terdapat tompokkan air mani yg telah kering. begitu juga di bibirnya, terdapat kesan2 air mani yg telah kering. setengah jam kemudian mereka mengemaskan kembali pakaian cikgu norhayati lalu menyuruh cikgu norhayati pulang kerumah. cikgu norhayati melangkah pulang ke rumah dengan perasaan yg berkecamuk.
namun begitu cikgu norhayati juga merasakan kepuasan yg tak terhingga bersama2 dengan 4 orang anak muda itu tadi. jamal tersenyum puas kerana berjaya merakamkan aksi2 lucah cikgu norhayati disetubuhi 4 org lelaki.
--------------------
Suatu hari suami cikgu norhayati membawa pulang 2 orang lelaki keturunan india ke rumah mereka. kata suami cikgu norhayati, mereka adalah business partner yg datang untuk melawat projek mereka di kawasan berhampiran dengan sekolah dimana cikgu norhayati mengajar. mereka juga akan bermalam di rumah mereka selama 2 malam. cikgu norhayati hanya tersenyum mendengar apa yg dikatakan oleh suaminya itu. mereka membawa sebuah beg pakaian sahaja. mereka berdua ditempatkan di bilik atas rumah mereka.
malam itu setelah kedua tetamu mereka itu masuk tidur, cikgu norhayati berkata sesuatu kepada suaminya didalam bilik tidur mereka.
"abg,yatie tengok kawan abg tu pandang yatie semacam jer bang.. yatie takutlah." kata cikgu norhayati.
suami cikgu norhayati hanya ketawa mendengar apa yg dikatakan oleh cikgu norhayati itu.
"tak ada apa2 lah.. yatie tak perlu risau, mereka berdua tu org baik." ujar suami cikgu norhayati.
malan itu suami cikgu norhayati begitu bernafsu sekali mengerjakan pantat cikgu norhayati hinggakan mulut cikgu norhayati tak berhenti2 merengek2 manja. 2 pusingan juga suami cikgu norhayati membaham pantatnya malam itu. mereka terlupa bahawa rumah mereka malam itu ada tetamu. kedua2 lelaki india itu bercakap2 didalam bilik mereka.
"eh ramu.. kau dengar tak suara perempuan tu merengek2?" tanya kuty pada temannya ramu.
"ya aku dengar.. isk dasyat betul bunyinya.. tentu seronok kawan kita itu sedang menikmati tubuh isterinya itu kan?" tanya ramu kepada kuty semula.
"eh ramu, kau tak geram ke tengok tubuh isterinya tu. aku geram betullah. kalau dapat kat aku, mau semalaman aku fuck pantat dia" kata kuty lagi.
"siapa cakap aku tak geram, sepanjang kita makan malam tadi, batang aku ni dah keras dalam seluar tau tak. ketat betul baju yang dia pakai masa makan malam tadi, aku ingat situ jugak aku nak hisap puting dia.. hehehe.." balas ramu.
memang semasa mereka makan malam tadi cikgu norhayati mengenakan baju yg agak fit hingga jelas menampakkan bentuk buah dadanya pada ramu dan kuty.
"apa kata kalau pagi esok kita pakat2 fuck pantat isteri kawan kita tu?" kuty mengemukakan cadangan.
"hahaha.. aku pun terfikir perkara yang sama, tapi isteri dia tu cikgu, mesti dia keluar mengajar pagi esok. masa mana kita nak main ngan pantat dia?" soal ramu pula.
"tak apa, jangan bimbang. perkara itu kau serahkan pada aku" kata kuty sambil mengeluarkan sebotol ubat ghairah.
"hahahahaha....." ketawa ramu gembira kerana dia sendiri pun memang dah mengidamkan tubuh badan cikgu norhayati.
keesokkan paginya cikgu norhayati dan suaminya telah bersiap2 untuk pergi bekerja. suami cikgu norhayati menyuruh cikgu norhayati memanggil 2 org kawannya yg masih berada di tingkat atas itu. cikgu norhayati pun melangkah menaiki tangga menuju ke bilik kedua tamu mereka. cikgu norhayati mengetuk pintu sambil memanggil mereka untuk turun bersarapan bersama2. ramu dan kuty pun keluar dari bilik dengan senyuman sinis. di kepala mereka sudah terbayang2 bagaimana seronoknya mereka nanti bila cikgu norhayati menghisap dan menjilat batang mereka.
semasa di ruang makan, sewaktu suami cikgu norhayati keluar untuk menghidupkan enjin kereta dan cikgu norhayati pula sedang sibuk menyediakan hidangan, dengan pantas kuty memasukkan beberapa biji pil perangsang kedalam cawan cikgu norhayati. selepas itu mereka pun bersarapan seperti biasa. kuty dan ramu menjeling sahaja apabila melihat cikgu norhayati meneguk hingga habis air di cawannya yg telah dicampur dengan ubat perangsang itu.
setelah selesai,mereka pun berbincang tentang kerja. kuty menyuruh suami cikgu norhayati pergi ke bank dengan segera untuk menyiapkan dokumen2 penting yg perlu bagi urusan mereka hari itu. suami cikgu norhayati meminta untuk menghantar cikgu norhayati ke sekolah tempat dia mengajar dulu namun kuty berkata biar dia dan ramu yg tlg hantarkan. lagi pun suami cikgu norhayati mesti menyiapkan segera semua dokumen yg diminta mereka. mereka juga memberikan alasan yg mereka akan melalui sekolah tempat cikgu norhayati mengajar untuk sampai ke tapak projek syarikat mereka. suami cikgu norhayati pun bersetuju dengan cadangan kuty itu. dia tidak tahu bahawa sebentar lagi 2 org lelaki india itu akan meratah tubuh isterinya yg cantik itu...
sepanjang perjalanan ke sekolah cikgu norhayati mengajar, ramu dan kuty tak putus2 menanyakan berbagai2 soalan kepada cikgu norhayati. jenuh jugalah cikgu norhayati nak menjawab semua soalan ramu dan kuty itu. kuty sengaja bertanyakan soalan yg berbaur lucah kepada cikgu norhayati untuk melihat reaksi cikgu norhayati.
"cikgu pernah tengok vcd blue ke tak?" soal kuty.
"isk apa awak cakap ni? saya tak suka lah benda2 macam tu" balas cikgu norhayati tersinggung dengan soalan kuty itu.
"hehe.. tak apa, kejap lagi kau akan aku kerjakan sepuasnya" bisik hati kuty.
ubat perangsang yg telah dicampurkan kedalam minuman cikgu norhayati telah mula menampakkan kesan. cikgu norhayati mula gelisah ditempat duduk belakang kereta yg dipandu ramu itu. ramu dan kuty tersenyum melihat gelagat cikgu norhayati itu. sebentar lagi pasti fantasi mereka untuk mengerjakan pantat perempuan melayu bertudung yg telah bersuami pasti akan terlaksana. cikgu norhayati hari tu mengenakan baju kebaya dengan tudung wardina.
ramu mula menjilat2 bibir bila melihat cikgu norhayati sudah mulai layu matanya ditempat duduk belakang kereta yg dinaiki mereka itu. ramu menghentikan kereta itu ditepi jalan lalu kuty pun terus keluar dari kereta lalu masuk semula tapi kali ini di tempat duduk belakang, disebelah cikgu norhayati yg sedang ghairah itu. kuty pun meneruskan perjalanan mereka.
ditempat duduk belakang itu kuty dengan perlahan2 meramas2 pantat cikgu norhayati dari luar kain kebayanya. cikgu norhayati cuba menghalang perbuatan kuty itu, namun nafsunya yg telah terangsang itu menjadikannya lemah. kuty kemudiannya mengucup bibir cikgu norhayati yg bersalut lipstik merah hati itu. dihisapnya bibir cikgu norhayati dengan penuh nafsu sambil sesekali menjulurkan lidahnya kedalam mulut cikgu norhayati lalu menjilat2 lidah cikgu norhayati. kuty kemudian memegang pipi cikgu norhayati agar mulutnya terbuka lalu meludahkan air liurnya kedalam mulut cikgu norhayati. terasa payau air liur kuty yg kuat merokok itu. cikgu norhayati terpaksa menelan air liur kuty itu kerana mulutnya telah ditekup ole tangan kuty yg kasar berbulu itu. ramu hanya menjeling dari cermin belakang sambil tersenyum kerana dia tahu kuty sememangnya gemarkan seks yang agak kotor.
kemudian tangan kuty mula menyeluk kebawah baju kebaya cikgu norhayati lalu meramas2 kedua buah dada cikgu norhayati bergilir2. kemudian kuty menyeluk pula kain yg dipakai cikgu norhayati lalu menjolok2 lubang pantat cikgu norhayati dengan 2 batang jarinya. terangkat2 tubuh cikgu norhayati apabila pantatnya dijolok begitu. kuty meraih tangan cikgu norhayati yg lembut itu lalu digosokkan ke batangnya yg telah tegang didalam seluarnya. kuty kemudian membuka zip seluarnya untuk mengeluarkan batangnya itu. tangan cikgu norhayati lalu mengenggam batang kuty yg besar itu sambil melancapkannya sekali. perlahan2 badan cikgu norhayati dijatuhkan oleh kuty hinggakan muka cikgu norhayati berada betul2 dihadapan batangnya yg keras seperti besi itu. jari2 kuty masih terus dengan tugasnya mengorek2 lubang pantat cikgu norhayati. tangan kuty sudah basah kerana air pantat cikgu norhayati telah keluar dengan banyak sekali. cikgu norhayati yg telah terlalu ghairah itu telah lupa diri sekarang. cikgu norhayati terus mengulum batang kuty yg tidak bersunat itu dengan lahapnya. ramu melihat satu pemandangan yg sungguh indah di tempat duduk belakang kereta yg dipandunya itu. cikgu norhayati dengan kain yg terselak sedang menghisap batang kuty sambil jari2 kuty menjolok2 lubang pantatnya yg sempit itu. tudung wardina di kepala cikgu norhayati telah senget akibat terlalu laju cikgu norhayati menghisap batang kuty.
kuty dengan ganasnya menolak badan cikgu norhayati hingga terbaring lalu mengangkangkan kaki cikgu norhayati seluas-luasnya. kuty terus menjilat sambil menyonyot biji kelentit cikgu norhayati yg telah becak itu. kereta yg dipandu ramu itu berhenti di lampu merah. sebuah motorsikal juga berhenti disebelah kereta mereka.
rupa-rupanya penunggang motor itu adalah cikgu zam. cikgu zam adalah guru yg mengajar di sekolah cikgu norhayati juga. alangkah terkejutnya cikgu zam melihat keadaan cikgu norhayati yg terkangkang di tempat duduk belakang kereta itu sambil seorang lelaki india menjilat2 lubang pantatnya. setahu cikgu zam, cikgu norhayati adalah seorang perempuan yg sopan, lebih2 lagi cikgu norhayati juga telah bersuami. keras batang pelir cikgu melihat pantat cikgu norhayati yg tembam itu. memang cikgu zam juga telah lama geramkan pantat cikgu norhayati, tapi memikirkan cikgu norhayati telah bersuami, maka dia pun mendiamkan diri sahaja. namun apa yg telah dilihatnya pagi ini telah merubah pandangannya terhadap cikgu norhayati yg ayu dan sopan itu.
lampu bertukar hijau. kereta itu pun bergerak laju meninggalkan motor cikgu zam.
telah beberapa kali cikgu norhayati klimaks hari ini. badan cikgu norhayati juga telah lembik dikerjakan oleh kuty. muka dan mulut cikgu norhayati comot dipenuhi tompokkan air mani kuty. begitu juga dengan lubang pantatnya. kelihatan cecair putih pekat meleleh keluar dari pantat dan juga dubur cikgu norhayati. nyatalah cikgu norhayati telah dikerjakan sepuasnya oleh kuty dan ramu. rupa-rupanya mereka berdua telah selesai melepaskan segala nafsu mereka ke segenap penjuru tubuh cikgu norhayati. mereka sama2 membetulkan pakaian cikgu norhayati lalu menghantar cikgu norhayati ke sekolah dimana cikgu norhayati mengajar. perlahan2 cikgu norhayati turun dari kereta lalu berjalan ke dalam kawasan sekolah. masih terasa air mani kuty dan ramu mengalir dari celahan pantat dan juga duburnya. cikgu zam memerhati langkah cikgu norhayati dengan penuh makna...
--------------------
Hari itu cikgu hayati meneruskan pelajaran seperti biasa walaupun pantatnya masih di penuhi dengan air mani kuty dan ramu yang telah melanyaknya di dalam kereta sepanjang perjalanan ke sekolah. Cikgu Hayati tidak sempat ke tandas memandangkan dia tiba lambat di sekolah akibat di lanyak. Sebenarnya cikgu hayati masih lagi dalam pengaruh pil itu.. Pantat nya terkemut2 menahan gelodah nafsu yang masih terbendung. Dalam pada itu cikgu zam masih lagi tidak percaya dengan apa yang baru sahaja di lihatnya dalam perjalanan ke sekolah tadi. Pandangannya pada cikgu hayati telah berubah dan dia juga ingin menikmati tubuh mungil cikgu hayati yang telah lama di idamkan.
Dia terus memikirkan cara bagaimana hendak meratah tubuh cikgu hayati itu.. tiba2 cikgu zam melakarkan senyuman penuh makna di bibirnya. Cikgu zam sudah berumur 45 tahun seorang yang gemuk dan merupakan cikgu kaunseling di sekolah tempat cikgu hayati mengajar dan biliknya terletak di hujung blok dan tempat itu memang jarang dilalui orang kecuali apabila ada pelajar yang ingin mendapatkan bantuannya.."hari ini aku akan dapat merasa tubuh kau yati" getus hati cikgu zam. Dia telah mendapat cara bagaimana dia akan dapat meratah tubuh cikgu hayati yang sudah lama di idamkan itu.
"Azman ke sini sebentar" cikgu zam memanggil seorang anak muridnya yang melalui di hadapan blok di tempat biliknya berada."ada apa cikgu?"Tanya Azman."Hmm sampaikan pesanan pada cikgu hayati, minta dia datang berjumpa dengan saya pada jam dua di bilik saya.katakan pada dia ada hal penting yang perlu dibincangkan." Pesan cikgu zam. Azman terus mencari cikgu hayati dan menyampaikan pesanan cikgu zam itu tadi. "apa pula yang orang tua tu nak ni?"getus hati cikgu hayati. Dia yang baru pulih dari penangan pil peransang itu masih lagi terkejut dengan kejadian yang menimpa dirinya tadi. Tepat jam dua cikgu hayati berjalan seorang diri ke bilik cikgu zam sementara pelajar-pelajar sedang sibuk meninggalkan sekolah kerana telah tamat waktu belajar. Sudah tentu tidak ada orang lagi di sekolah memandangkan semua pelajar sudah pulang ke rumah masing². Cikgu hayati mengetuk pintu bilik cikgu zam dan terdengar suara dari dalam menyuruhnya masuk. Setelah cikgu hayati masuk ke dalam bilik cikgu zam dia tidak melihat cikgu zam di mana-mana dan tiba² pintu ditutup dan dikunci dari dalam. Cikgu hayati berpusing dan melihat cikgu zam mengunci pintu tersebut dan menyimpan kunci di dalam seluarnya. "Eh apa ni cikgu? Kenapa kunci pintu tu?" Tanya cikgu hayati dengan ketakutan. "haha awak jangan risau saya ada perkara penting nak di bincangkan dengan awak." Kata cikgu zam. Belum sempat cikgu hayati bersuara, cikgu zam terus memeluknya dan meraba seluruh badannya. Cikgu hayati menolak cikgu zam dengan kuat hingga menyebabkan cikgu zam tersandar ke dinding. "Apa yang cikgu buat ni?saya akan adukan ke pihak sekolah dan pihak polis!" marah cikgu hayati pada cikgu zam.
Cikgu zam hanya tersenyum.."cakaplah saya tak kisah,saya akan beritahu suami kamu tentang perkara pagi tadi." Ugut cikgu zam. Cikgu hayati terkejut dan tertanya² bagaimana cikgu zam tahu tentang perkara itu. "bagaimana cikgu tahu tentang hal pagi tadi?" Tanya cikgu hayati.."saya tenampak ketika dalam perjalanan ke sekolah tadi.Jadi kalau awak tak mahu perkara ini sampai ke pengetahuan suami awak,awak mesti ikut cakap saya hahahahaha!!" Ujar cikgu zam. Meleleh air mata ckgu hayati mendengar kata² cikgu zam itu. Dia terduduk di kerusi di hadapan cikgu zam dan nyata dia tidak dapat berbuat apa² dan hanya menyerahkan pada keadaan. Cikgu zam maju menuju ke arah cikgu hayati dan memegang buah dada cikgu hayati dari luar. "wah besarnya buah dada awak..keras batang saya di buatnya berapa saiz buah dada awak ni yer?" Tanya cikgu zam. Kemerah-merahan wajah cikgu hayati apabila di ajukan pertanyaan seperti itu dan hanya mendiamkan diri. Lalu cikgu zam menengkingnya. "kalau kau xnak aku bagitahu suami kau baik kau ikut saja kata aku!" terkejut cikgu hayati apabila ditenking sbegitu dan dengan suara yang lemah dan tersedu² dia menjawab 36C. "hahaha…besarnya!"cikgu zam memuji dan dengan rakus menanggalkan butang kebaya cikgu hayati dan terserlah lah dua gunung idaman bersalut bra hitam menjadi tatapan mata cikgu zam. Cikgu zam meramas² dengan kasar dan kuat sehingga cikgu hayati mengeluh diperlakukan begitu. Cikgu zam kemudia menyingkap bra hitam cikgu hayati dan tersembullah dua gunung pejal itu. Putting berwarna pink itu sangat menarik perhatian cikgu zam "wah beruntungnya suami kamu ya dapat putting pink mcm kamu ni. Tapi hari ini aku pulak lah yang merasanya hahaha!!"ketawa cikgu zam. Tetek putih dan besar lagi pejal itu di ramas dan dijilat cikgu zam seperti bayi yang menyusu ibunya. Basah dibuatnya tetek cikgu hayati. Sementara itu cikgu hayati mula merasakan sensasi akibat dihisap sebegitu. Jemari kasar cikgu zam yang tua itu menaikkan lagi nafsu nya dan semakin lama putingnya makin mengeras.pantatnya mula mengeluarkan air dengan banyak.
Tangan cikgu zam mula menjalar turun ke bawah dengan perlahan-lahan…cikgu hayati cuba menahannya tapi apalah yang ada pada kekuatan seorang perempuan berbanding lelaki yang lebih besar dan tua dari nya maka dia hanya membiarkan saja cikgu zam membuat apa saja pada dirinya. "wah dah basah rupanya haha." Cikgu zam ketawa gembira. "hari ni aku akan ratah kau secukupnya." Kata hati kecil cikgu zam. Dia begitu gembira kerana dapat ikan baru yang muda. Jari kasar cikgu zam meramas² pantat cikgu hayati yang tidak berbulu dan dicukur rapi itu. Cikgu hayati mula mengeluarkan bunyi teransang. "Aaahh..aahhh…tolonglah cikgu, jangan buat saya mcm ni,saya dah bersuami." Rayu cikgu hayati. Namun rayuannya hanya sia² malah cikgu zam memasukkan dua jarinya ke dalam pantat cikgu hayati. "aaaaahhhhhh…." Terangkat punggung cikgu hayati bila dua jari kasar besar itu masuk ke dalam pantat nya. Cikgu zam mengangkat cikgu hayati dan meletakkannya di atas mejanya dan mengangkangkan kaki cikgu hayati. Merah muka cikgu hayati diperlakukan begitu.wajahnya yang putih menampakkan lagi kemerahan di raut wajahnya. Cikgu zam menanggalkan seluar dalam hitam cikgu hayati "waahh cantiknya pantat kamu yati..beruntungnya aku hari ni!" cikgu zam trus menyembamkan mukanya ke pantat cikgu hayati yang masih berkebaya dan bertudung itu. Cikgu zam menjilat dan menghisap pantat dan menggigit bibir pantat cikgu hayati. Terjerit kecil cikgu hayati dan mendesah dengan suara yang mengghairahkan. Ternyata kini dia sudah karam oleh nafsu dan mula menekan kepala cikgu zam kearah pantatnya. Melihatkan keadaan itu cikgu zam seolah2 mendapat lampu hijau dan meneruskan aktiviti nya dengan rakus. "aaaahh … aahhhh…a aaahh.." hanya itu yang keluar dari mulut cikgu hayati.
Tiba² cikgu zam berdiri dan membuka zip seluarnya. "kemari,keluarkan hadiah untuk kau hari ini." Arah cikgu zam pada cikgu hayati. Seperti lembu yang diikat pada hidungnya cikgu hayati menurut kata cikgu zam dan mengeluarkan batang cikgu zam. Hampir tergelak cikgu hayati bila melihatkan batang cikgu zam yang kecil comel, tapi sudah menegang dengan kerasnya. Tanpa sempat cikgu hayati bersuara, cikgu zam terus menekan kepala cikgu hayati ke batangnya dan menuruh cikgu hayati menghisap batangnya. Cikgu hayati hanya menurut kata cikgu zam. Dengan bertudung cikgu hayati menjilat dan menghisap seluruh batang cikgu zam. Oleh kerana batang cikgu zam agak kecil dia dapat memasukkan seluruh batang cikgu zam ke dalam mulutnya. Cikgu zam semakin ghairah melihat tindakan cikgu hayati yang masih bertudung wardina itu menghisap batangnya, bibir mungil merah merekah cikgu hayati benar² menaikkan nafsunya. Tangan cikgu zam tidak henti² meramas dua gunung pejal yang kenyal milik cikgu hayati. Dia sungguh bangga kerana impiannya tercapai, telah lama air mani itu bertakung di dalam kantungnya dan hari ini dia akan melampiaskan nya dengan sepuas-puasnya. Sambil memegang kepala cikgu hayati, cikgu zam mengasakkan batangnya ke dalam mulut cikgu hayati. Hampir termuntah cikgu hayati bila batang cikgu zam mengenai anak tekaknya. Cikgu zam nampak asyik dengan batangnya di dalam bibir mungil cikgu hayati. Dalam pada itu ada sepasang mata yang sedang memerhatikan perbuatan terkutuk mereka. Rupa²nya ia adalah Pak Abu iaitu pekebun sekolah tempat cikgu hayati bekerja. Dia berumur 65 tahun dan sudah bercucu seramai 15 orang. Dia terdengar bunyi bising ketika melalui kawasan blok itu dan cuba menyiasat apa yang sedang berlaku dan seterusnya melihat pemandangan yang mengghairahkan itu. Dia amat terperanjat dengan apa yang dilihatnya tapi kemudian hanya tersenyum dan melihat sahaja kedua-dua orang itu bersetubuh. Batangnya sendiri yang telah lama tersimpan mula mengeras dan merembeskan cecair putih jernih dari kepala takuknya. Dengan mengurut² batangnya yang sudah keras itu dia terus melihat dengan penuh minat.
Sementara itu, setelah puas cikgu zam berhenti dan mendirikan cikgu hayati lalu mencium bibir cikgu hayati dan menghisap lidah cikgu hayati sepuas-puasnya. Cikgu hayati yang karam dalam permainan itu hanya membalasnya dengan ghairah kerana aksi pagi tadi turut menaikkan syahwatnya. Dengan sebelah tangan lagi cikgu zam mengorek² pantat cikgu hayati dengan kasar dan menjoloknya dalam². Tiba² cikgu hayati mengeluh dan memeluk cikgu zam dengan rapat. Rupa²nya cikgu hayati telah klimaks untuk kali pertama. Setelah reda, cikgu zam berkata " sekarang giliran aku pula haha". Cikgu meletakkan cikgu hayati ke atas meja dan mengangkangkan kaki cikgu hayati dan memasukkan batangnya ke dalam pantat cikgu hayati. Maka bermula lah aksi sorong tarik. Tidak susah untuk memasukkan batangnya kedalam pantat cikgu hayati kerana cikgu hayati baru saja di lanyak oleh kuty dan ramu yang berbatang lebih besar darinya. Dengan laju cikgu zam menyorong tarik batangnya keluar masuk dari pantat cikgu hayati yang penuh dengan air mazinya dan air mani ramu dan kuty tadi. "aaahh….ahhhhh,,,aaaahhh!!" cikgu hayati mengerang mengikut rentak sorong tarik cikgu zam dan tiba2 cikgu hayati mengepit dengan erat pinggang cikgu zam menggunakan kedua belah kakinya tanda . Kemudian cikgu zam menunggingkan cikgu hayati dan memasukkan batangnya dari arah belakang. Cikgu hayati makin khayal nyatalah dia juga menikmati permainan ini walaupun pada awlnya dia tidak rela. "hebat jugak orang tua ni" getus hati kecil cikgu hayati.. tiba² cikgu zam mengeluarkan batangnya dan memasukkan batangnya ke dalam lubang dubur cikgu hayati. Terjerit cikgu hayati apabila cikgu zam memasukkan batangnya ke dalam lubang duburnya. "aaahh ketatnya lubang dubur kamu yati" kata cikgu zam. Cikgu zam dengan ganaznya menala dubur cikgu zam semakin lama semakin laju dan tiba² cikgu zam memusingkan badan cikgu hayati dan memancutkan air maninya dengan banyak ke muka cikgu hayati.
Terjelepuk cikgu hayati ke lantai akibat keletihan yang amat. Sudah lah pagi tadi dia dilanyak dek ramu dan kuty petang pula dia di lanyak oleh cikgu zam. Kakinya dah terasa lemah longlai dan dia merasakan amat penat. Cikgu hayati mengelap mukanya dengan tisu yang ada di atas meja cikgu zam dan 5 minit selepas itu barulah dia sedar tentang apa yang telah terjadi. Air matanya meleleh lagi kerana dia telah di perkosa oleh cikgu zam dan buat kali ketiga hari ini oleh lelaki yang bukan suaminya. Pak Abu yang sedari tadi melihat perlakuan itu cepat² meninggalkan tempat itu dengan hati yang gembira. Entah apa yang ada dalam kepala orang tua itu pon xtahu lah. Cikgu hayati membersihkan mukanya dan bersiap² untuk balik ke rumahnya kerana dia sudah tidak tahan dengan apa yang telah berlaku. Dengan perasaan marah dia berkata kepada cikgu zam "sampai hati cikgu buat saya begini…tapi tolonglah jangan beritahu pada suami saya tentang apa yang telah berlaku. Cikgu zam hanya tersenyum memandang cikgu hayati. "Baiklah tapi cikgu yati kena ikut segala kata saya. Bila saya mahukan awak, awak kena turuti kata saya faham!?" balas cikgu zam.
Cikgu hayati terperanjat mendengar apa yang dikatakan oleh cikgu zam dan hanya mengangguk perlahan kerana dia tidak mempunyai pilihan lain selain dari menurut segala kata cikgu zam demi menyelamatkan rumah tangganya. "tua kutuk! Jahanam kau!" jerit hati kecil cikgu hayati dan kemudian cikgu hayati bergegas keluar dari bilik cikgu zam dengan tergesa² dan berharap tidak ada orang yang nampak kejadian itu. Kini pantatnya bertambah lecak dengan air maninya dan tiga orang lelaki yang berlainan yang dapat merasa keenakan tubuhnya. Air matanya hanya mengalir laju mengenangkan nasib malangnya namun dia tahu yang dia tidak dapat berbuat apa².
Subscribe to:
Posts (Atom)